Disperindag DIY Intensifkan Pemantauan Harga Pangan

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY terus melakukan pemantauan harga komoditas bahan pokok (bapok) pangan secara menyeluruh baik di pasar rakyat ataupun di pasar swalayan guna menstabilkan harga. Disperindag juga berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan(Kemendag) untuk mengupayakan harga kembali sesuai harga acuan pemerintah, serta menganalisa adanya permainan harga atau naik harga karena permintaan.

Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasif guna menstabilkan harga beberapa komoditas bapok yang mengalami kenaikan melebihi harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Tidak hanya melakukan pemantauan perkembangan harga, Disperindag menjalin komunikasi dengan Kemendag dan instansi terkait serta distributor. “Harga gula pasir bertahan tinggi di pasar tradisional hingga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) hampir dua bulan ini. Kenaikan harga gula pasir terjadi karena pabrik gula sudah tidak musim giling dan stok di produsen sudah kosong,” tandas Aris di kantornya, Kamis (13/2).

Aris menjelaskan, kran impor gula pasir belum dibuka dan belum turun rekomendasi impor sehingga Kemendag belum mengeluarkan izin impor. Namun setidaknya persediaan gula pasir untuk tiga bulan ke depan masih aman. Harga gula pasir di pasar tradisional Rp 13.800 hingga Rp 14.000/kg, sedangkan di toko swalayan dijual sesuai dengan HET. “Komoditas bawang putih juga tinggal 3 bulan ke depan. Dalam rapat untuk segera mengeluarkan rekomendasi impor bawang putih dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kemendag untuk segera mengeluarkan izin impor. Harga bawang putih di pasaran juga berangsur menurun. Bawang putih kating dari Rp 47.700 menjadi Rp 46.000/kg,” ujarnya.

Aris menambahkan untuk harga telur ayam ras naik dari Rp 23.800 menjadi Rp 24.300/Kg alias sudah melebihi HET yang ditetapkan pemerintah. Namun harga telur ayam ras masih terus mengalami fluktuasi yang sangat cepat berubah tetapi tidak begitu
melonjak dan situasi ini tergantung permintaan pasar. (Ira)

BERITA TERKAIT