Duh, 93% Pekerja Migran ASEAN Belum Selesaikan Pendidikan Tinggi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Laporan Bank Dunia menyebutkan adanya peningkatan tajam arus migrasi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dalam periode tahun 1995 hingga 2015. Pada 2015 tercatat sebanyak 6,7 juta migran di kawasan ASEAN. Sayangnya, dari total tersebut 93% di antaranya atau 6,2 juta pekerja migran ASEAN belum menyesaikan pendidikan tinggi.

Ekonom Bank Dunia untuk Social Protection and Jobs Global Practice Mauro Testaverde mengungkapkan, mayoritas pekerja migran di kawasan ASEAN merupakan pekerja dengan pendidikan rendah sehingga mereka juga tidak mengantongi ketrampilan yang mumpuni.

"93% pekerja migran di kawasan ASEAN belum menempuh pendidikan tinggi, sedangkan 83% diantaranya belum menyelesaikan pendidikan menengah," ujarnya melalui video conference di Jakarta, Senin (9/10/2017).'

Dari data yang tersebut, Mauro menyebut, Myanmar menjadi negara yang penyumbang tenaga kerja migran dengan pendidikan di bawah pendidikan menengah paling banyak. Sementara itu, Indonesia menyumbang 18% dari total pekerja migran di kawasan ASEAN atau setara dengan 1,2 juta pekerja migran dari total 6,7 juta pekerja.

Namun, dari jumlah 1,2 juta pekerja migran Indonesia, 90% lebih adalah pekerja migran yang belum menyelesaikan pendidikan secondary atau tidak lulus SMA. Artinya, mayoritas pekerja migran Indonesia adalah pekerja dengan ketrampilan rendah. (*)

 

BERITA REKOMENDASI