E-commerce Dorong Perekonomian Indonesia, Pembeli Pilih Berbelanja Secara Online selama Pandemi Covid-19

PERUSAHAAN e-commerce di Indonesia membukukan kenaikan volume penjualan dengan semakin banyaknya masyarakat yang menerapkan physical distancing di tengah wabah Covid-19. Pemerintah juga mulai melirik sektor e-commerce sebagai salah satu solusi untuk mengatasi defisit pajak akibat pelambatan ekonomi.

Dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, pemerintah Indonesia enggan menerapkan prosedur karantina yang ketat karena khawatir akan dampak ekonomi dan sosial. Namun, pemerintah memutuskan untuk menerapkan lockdown secara parsial di Jakarta yang sudah berlangsung selama dua minggu sejak 10 April dan memerintahkan perkantoran untuk tutup, melarang perkumpulan lebih dari lima orang, mengurangi jam operasional transportasi umum, dan melarang dine-in di restoran.

Penerapan lockdown bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona yang sudah menjangkit 5136 orang dan menyebabkan 469 kematian per 15 April di Indonesia. Jakarta yang padat penduduk dianggap sebagai pusat penyebaran virus corona di dalam negeri, di mana hampir 50% kasus corona di seluruh Indonesia berasal dari ibu kota.

Sebelum lockdown diterapkan, banyak perusahaan besar di Jakarta yang mulai memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah yang awalnya sempat diajukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, sejumlah mal, toko, dan restoran juga berinisiatif mengurangi jam operasional, beralih ke layanan online, dan bahkan menghentikan kegiatan usaha secara total.

Sebelum toko-toko yang menjual barang non-pokok ditutup, sudah banyak masyarakat yang lebih memilih untuk belanja online seiring dengan peningkatan jumlah kasus Covid-19.

BERITA REKOMENDASI