Harga Pertamax Naik, Mahasiswa Pilih Pertalite

YOGYA, KRJOGJA.com – Pertamina kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.400 per liternya mulau Rabu (10/10/2018). Kondisi ini memaksa mahasiswa melakukan penyusaian hingga beralih menggunakan Pertalite untuk bahan bakar kendaraanya yang cenderung stabil di harga Rp 7.800 per liter.

Mahasiswa asal Yogyakarta, Emil mengakui kenaikan harga bbm nonsubsidiberimbas kepada kenaikan kebutuhan pokok lainnya dan akan merugikan masyarakat yang merasakan imbas tersebut.

"Saat ini bbm sudah termasuk dalam kebutuhan pokok masyarakat. Jadi kalau bbm naik secara otomatis semua juga ikut naik. Harga Rp. 10.400 untuk 1 liter itu bukan kantong mahasiswa lagi,” ujarnya.  

Dia menyayangkan dengan kenaikan yang terkesan mendadak oleh pemerintah.
"sebelum ada kenaikan harga, saya pakai pertamax dan jika kenaikannya masih wajar sih saya masih tetap pingin pakai pertamax. Tapi kenyataannya harganya jauh sekali dan naiknya secara tiba tiba tanpa ada kabar dan sosialisasi,” imbuhnya.

Pendapat senada diungkapkan Bagas dan sangat menyayangkan kenaikan bbm yang terkesan mendadak. Bahkan, tanpa adanya sosialisasi dari pemerintah maupun PT pertamina.v"Saya kurang sepakat saja. Dasarnya apa sehingga pemerintah dan pertamina bisa menaikkan harga bbm. Kita kurang tau jika tidak ada sosialisasi, tau tau sudah naik menjadi Rp 10.400 saja. Saya sudah beralih ke pertalite karena sudah terlalu mahal untuk mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Yoga, salah satu pegawai SPBU di daerah Lingkar/ringroad selatan kota Yogyakarta konsumsi pertamax dan pertalite masih tergolong stabil. “dibandingkan dengan pertamax, pertalite tetap menjadi konsumsi paling banyak. kenaikan harga Pertamax series tidak terlalu berpengaruh karena mayoritas masyarakat sudah memilih BBM nonsubsidi Pertalite dari awal,” ungkapnya. (Dinda Meutia)

BERITA REKOMENDASI