Hasil Riset : UMKM dan Gig Worker Sumbang Rp830 M Bagi Ekonomi Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.com – Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di kota Yogyakarta. Riset ini menemukan bahwa gig economy yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Yogyakarta.

“Mitra Grab yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab,” kata Riyadi Suparno, M.Sc selaku Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics.

Riyadi menyatakan melalui riset ini seluruh elemen terkait bisa melihat kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihak Grab di sebuah daerah dalam mendukung perkembangan perekonomian masyarakat di sana.
Platform digital seperti Grab sudah sangat membantu perekonomian di Yogyakarta dengan memberikan peningkatan kualitas hidup para mitranya.

“Dari riset terbaru yang kami lakukan, tercatat adanya peningkatan rata-rata kualitas hidup para mitra sebesar 17% apabila dibandingkan dengan sebelum mereka bergabung dengan Grab. Para gig worker yang tergabung dalam mitra GrabFood ini juga mampu mempekerjakan hingga 3 karyawan baru setelah usaha mereka mulai berkembang. Pemerintah juga sudah melihat sistem digital yang dibawa Grab mampu menyiapkan para pekerja informal dan UMKM agar siap memasuki tatanan kehidupan baru pasca pandemi COVID-19.”

BERITA REKOMENDASI