Idealnya, Pemerintah Bisa Tetapkan Harga Jual Batu Bara

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss), Budi Santoso, mengatakan, pemerintah Indonesia seharusnya mempunyai harga jual batu bara tersendiri dan tidak mengacu kepada harga jual internasional. Pasalnya Indonesia sebagai produsen batu bara yang cukup besar seharusnya memiliki harganya jauh lebih murah ketimbang harga di luar negeri.

“Sebagai negara yang produksi batubaranya sangat besar, seharusnya kita memiliki harga jual untuk konsumsi dalam negeri jauh lebih murah dan seharusnya kita jangan berpatokan kepada harga batubara internasional,” kata  Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss), Budi Santoso, di Jakarta, Selasa (11/12) malam.

Dikatakan, dengan harga batubara yang lebih murah di dalam negeri, itu sesuai dengan tujuan  kedaulatan energi di Indonesia yang  menyediakan energi murah, demi mendorong industri, sehingga bisa mendorong perekonomian Indonesia.

"Masa batu Bara kita harganya ikut indeks internasional, yang benar saja. Artinya apa, kita yang tidur di batu bara membayar harga yang sama dengan apa yang kita jual ke Malaysia, Jepang, China. Harusnya pemerintah punya policy sendiri dan lebih murah," katanya.

Sebagai contoh,  China sebagai produsen batubara terbesar di dunia tidak pernah mengambil keuntungan terhadap kegiatan tambangnya. "Bahkan ada beberapa tambang batu bara yang underground malah disubsidi, karena mereka memilih untuk mensubsidi tambang yang ada di bawah tanah dibanding mendatangkan batu bara dari pesisir," serunya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI