IKM Batik Dibina BSN Terapkan SNI

 

SURABAYA, KRJOGJA.com -Industri kecil menengah (IKM) batik di Jawa Timur yang dibina Badan Standar Nasional (BSN) menerapkan standar nasional Indonesia (SNI) karena batik merupakan produk budaya bangsa Indonesia yang terus berkembang. 

Sebagai budaya bangsa, batik harus terus dikembangkan agar tidak tergerus oleh waktu. Standardisasi batik merupakan tools untuk menjamin kelestarian batik. Demikian disampaikan Kepala Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN Wilayah Jawa Timur, Yuniar Wahyudi, di Surabaya, Jum’at (8/12/2019).

Karena itu, kata Yuniar Wahyudi Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong industri batik di Indonesia untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Seperti yang saat ini dilakukan untuk 5 Industri Kecil Menengah (IKM) batik di Jawa Timur. BSN melakukan pembinaan terhadap industri tersebut hingga meraih SNI. Ujar  Yuniar Wahyudi.

“Dari 5 IKM batik di Jawa Timur yang dibina, 2 diantaranya merupakan sinergi dengan PT. Petrokimia Gresik dan telah sukses mendapatkan SPPT SNI berdasarkan SNI 8302:2016, batik tulis – kain – ciri, syarat mutu, dan metode uji, yaitu UD Vatur Jaya dan UD Zulpah Batik Madura,”terang Yuniar. 

SPPT SNI atau Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI diterbitkan setelah melalui serangkaian proses sertifikasi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LsPro) yang sudah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). 

Hingga akhir tahun 2018, tercatat ada 9.824 perajin/IKM Batik yang tersebar berbagai daerah di wilayah Jawa Timur, dengan daya serap mencapai 29.571 tenaga kerja. “Jumlah IKM terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data, tren peningkatan jumlah IKM Batik rata-rata 3-5 persen per tahun dengan daerah penyebaran terutama di daerah-daerah yang dikenal memiliki kekhasan motif batik antara lain Madura, Tuban, Tulungagung dan Banyuwangi,”ujarnya.

Pertimbangan ekonomi dan industrialisasi batik tak pelak memunculkan teknologi proses baru yang sedikit melenceng dari konsep awal batik, sehingga muncul produk-produk tiruan batik.  “Berkaitan itu, BSN menyusun SNI 0239:2014 tentang pengertian dan istilah-istilah batik, agar ada kesamaan persepsi masyarakat tentang batik. Berdasarkan SNI 0239:2014, batik dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi. Kesemuanya memiliki ciri khas masing-masing,” tambah Yuniar.

Dalam SNI juga mempersyaratkan mutu batik. Seperti dalam SNI 8302:2016, ciri-ciri batik tulis diantaranya berbau malam serta terdapat rembesan warna yang disebabkan tipisnya goresan malam. (Ati)

BERITA REKOMENDASI