IM-PTA Diteken, Pasar Ekspor RI-Mozambik Dibuka

JAKARTA, KRJOGJA.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)  menyambut baik ditandatanganinya Indonesia—Mozambik Preferential Trade Agreement (IM-PTA). Perjanjian dagang ini dinilai sangat potensial untuk membuka akses pasar produk Indonesia yang lebih besar ke pasar Mozambik. Tak hanya itu, produk Indonesia juga bisa masuk ke pasar Afrika di sekitar Mozambik seperti palm oil dan turunannya, kertas, garment, makanan minuman.

"Kemungkinan yang akan memanfaatkan adalah industri-industri kita yang memang ekspansif mengekspor seperti palm oil dan turunannya, kertas, garment, makanan minuman, dan lain-lain," kata Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani di Jakarta, Rabu (28/9). 

Shinta melihat selama ini pasar Afrika merupakan pasar nontradisional yang tidak besar dan tidak semenguntungkan pasar tujuan ekspor trandisional. Namun, tetap saja Apindo menilai, pembukaan pasar Afrika melalui IM PTA merupakan langkah maju. Utamanya dalam hal mendiversifikasi pasar tujuan ekspor dan komoditi ekspor Indonesia ke kancah dunia. 

"Sehingga secara keseluruhan performa ekspor kita   ke seluruh dunia lebih stabil dan konsisten tujuan dengan dibukanya negara-negara ekspor alternatif," ujarnya. 
Apindo menilai saat ini pasar tujuan ekspor dan komoditi yang diekspor terlalu sempit. Ekspor hanya ke negara-negara tertentu dengan komoditi yang juga tertentu sangat rentan terganggu. Hal ini bisa datang jika negara tujuan ekspor tengah mengalami pelambatan ekonomi atau menerapkan proteksi perdagangan terhadap produk Indonesia sebagaimana terjadi saat ini. 

"Pembukaan pasar-pasar ekspor alternatif seperti Afrika dalam jangka panjang bisa membuat performa ekspor kita lebih stabil dan lebih resilient karena ekspor kita tidak bergantung pada segelintir negara tujuan ekspor dan segelintir komoditi ekspor," ujarya. 

Namun Shinta pun memaklumi belum adanya realisasi dari perjanjian dagang ini. Ini karena perjanjian tersebut baru saja ditandatangani dan belum ada realisasi perdagangan antara kedua negara. Ratifikasi yang dilakukan Mendag Enggartiasto dinilainya adalah terobosan meningkatkan ekspor. 

Sementara itu, Ekonom UI Lana Soelistianingsih  mengapresiasi langkah pemerintah yang coba menjangkau pasar Afrika melalui Preferential Trade Agreement Indonesia-Mozambik. Hal ini mengingat kondisi pasar global yang masih belum menentu saat ini. Di sisi lain, Indonesia selama ini lebih banyak berkonsentrasi pada pasar-pasar tradisional. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI