Impor Belum Merata, Gula Pasir dan Bawang Putih ‘Enggan’ Turun

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga gula pasir dan bawang putih impor dipastikan tetap stabil tinggi di beberapa pasar tradisional di DIY. Pasalnya kedua komoditas bahan pangan pokok (bapok) tersebut masih belum terdistribusikan secara merata, sehingga pasokannya masih minim.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengatakan, usai rapat koordinasi dengan pusat maupun importir gula pasir, telah didatangkan setidaknya 495.000 ton gula pasir dari Thailand dan Australia ke Indonesia. Impor gula pasir tersebut harus dibagi dan didistribusikan merata di seluruh di tanah air, termasuk di DIY.

“Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mempercepat untuk regulasi impor dan distribusi gula pasir ke seluruh daerah. Kuenya satu harus dibagi rata jadi wajar pasokan gula pasir masih terbatas distribusinya, termasuk di DIY sehingga harga mahal dan melebihi HET yang ditetapkan sebesar Rp 12.500/Kg,” tandas Yanto kepada KR di kantornya, Rabu (4/3).

BACA JUGA :

Gula Rafinasi ‘Menghilang’, IKM Menjerit

Kementan Ajukan Impor Gula Pasir 130 Ribu Ton

Tidak jauh berbeda, mahalnya bawang putih karena impornya belum disebarkan ke daerah. Namun, dipastikan kapal yang mengangkut bawang putih impor dari China tersebut sudah bersandar di pelabuhan. Mengingat tengah marak kasus virus korona, bawang putih tersebut juga harus dikarantina setidaknya 14 hari untuk memastikan bebas dari virus tersebut.

“Bawang putih itu semuanya di impor dari China, karena kasus virus korana maka harus dikarantina terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Jadi wajar harga bawang putih stabil tinggi karena pasokannya masih tertahan di pelabuhan,” imbuhnya.

Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta menambahkan, dari hasil pantauan perkembangan harga komoditas bapok di beberapa pasar tradisional di Kota Yogyakarta, beberapa komoditas masih berfluktuasi. Fluktuasi harga ini dialami gula pasir, telur ayam, cabai, bawang merah dan bawang putih. “Penyebab fluktuasi harga telur dan cabai serta bawang merah dikarenakan pengaruh cuaca sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan,”
pungkas Aris. (Ira)

BERITA REKOMENDASI