Indonesia Runner Up Business Case pada Ajang International Economics Olympiad 2020

Sebelum ditetapkan untuk mewakili Indonesia, mereka terlebih dahulu diseleksi bersama semua peraih medali dalam Olimpiade Siswa Nasional (OSN) 2019 di Manado. Dari pelatihan dan seleksi babak pertama dipilih 15 terbaik untuk menjalani pelatihan dan seleksi babak kedua. Kemudian, kelimanya menjalani pembekalan khusus selama sepekan. Pelatihan dan pembekalan tersebut dilaksanakan oleh dosen ekonomi dan bisnis dari UI, UGM, ITB, Unibraw, UM, serta pelatih khusus dari Bursa Efek Indonesia, sebuah lembaga psikologi terapan.

Kelima siswa tersebut menjalani lomba dari tiga tempat terpisah. Florentiana dan Lutfi menjalani lomba di kota masing-masing. Sedangkan Zaky, Pranindiska, dan Jessica menyatu di Jakarta. Kendati pelatihan babak kedua, pembekalan akhir, dan lomba harus ditempuh secara daring, motivasi mereka untuk menunjukkan prestasi sangat tinggi. “Kegigihan para peserta untuk membawa Indonesia bersinar di kancah internasional berhasil mengharumkan nama bangsa. Kelimanya sukses merebut medali,” ujar Asep Sukmayadi.

Dari ajang IEO Tahun ini, Pranindiska berhasil meraih medali perunggu. Lutfi, Jessica, dan Zaky masing-masing meraih medali perak. Sedangkan Florentiana meraih medali emas. Di samping medali-medali ini, Lutfi dan Zaky keluar sebagai juara pertama dan juara kedua sub-bidang financial literacy. Bukan hanya itu, dalam lomba business case solution, dimana mereka harus mempresentasikan solusi pemasaran vaksin COVID-19 dan kemudian menjawab pertanyaan dewan juri, tim ini mempersembahkan pula medali perak. Karena perbedaan waktu antara Kazakhstan dan Indonesia, presentasi kasus bisnis mereka berlangsung pada sekitar pukul 23.30 WIB.

Dengan raihan tersebut, untuk level negara, Indonesia keluar sebagai juara umum kedua dan meraih medali perak. Tempat pertama dan ketiga diduduki oleh Brazil dan Russia. Prestasi putera-puteri terbaik Indonesia tahun ini meningkat. “Dalam IEO ke-2 di Russia tahun yang lalu, Tim Indonesia menempati peringkat keempat. Dengan prestasi yang meningkat dan membanggakan itu, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud kini sedang mempertimbangkan untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah ajang IEO,” tutup Kepala Puspresnas.

IEO ke-3 ini berlangsung secara dalam jaringan (daring) di Kazakhstan. Sebagaimana IEO pertama tahun 2018 yang berlangsung di Moskow dan IEO kedua tahun 2019 yang berlangsung di Saint Petersburg, kejuaraan untuk siswa jenjang SMA ini melombakan tiga macam sub-bidang yaitu financial literacy dan economics, bersifat perorangan; serta business case solution, bersifat beregu.

Ajang IEO dimotori oleh HSE University, salah satu universitas besar dan ternama di Russia serta kawasan EropaTimur. Profesor Eric Maskin dari Harvard University adalah salah seorang pemenang Hadiah Nobel yang mendukung dan mengawal ajang tersebut. Berlangsung sejak tanggal 7 hingga 13 September 2020, ajang IEO tahun ini diikuti oleh siswa-siswa SMA dari 29 negara termasuk Amerika Serikat, Cina, India, Iran, Kanada, dan Rusia. (Ati)

BERITA REKOMENDASI