Industri Garmen DIY Sudah Menggeliat Meski Daya Beli Belum Pulih

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com –  Geliat industri pertekstilan atau garmen di DIY baik pasar lokal dan ekspor sudah mulai tampak pasca dihantam badai pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir hingga saat ini.

Namun sayangnya kebangkitan industri garmen ini tidak bisa cepat pulih seperti sedia kala karena keterbatasan bahan baku dan belum pulihnya daya beli masyarakat.

” Kita sudah berada di titik nadir paling rendah karena pandemi, sekarang aktifitas mulai dibuka kembali sehingga geliat industri tekstil sudah mulai muncul. Secara nasional, Indonesia termasuk cukup baik perkembangan industri garmen saat ini bersaing dengan India, Bangladesh dan Vietnam,” ujar Ketua Badan Pengurus Provinsi (BPP) Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY Iwan Susanto di Yogyakarta, Selasa (12/7/2022).

Iwan menyampaikan industri garmen dapat dibedakan dari dua segmen yaitu pasar lokal dan pasar ekspor.

Perkembangan alias progres industri tekstil khusus segmen pasar ekspor sebenarnya sudah stuck duluan sejak tahun 2021 lalu. Tetapi tergantung ke arah mana pasar ekspor yang dituju serta terhambat adanya perang Rusia dan Ukraina terutama ke ekspor di area-area yang terdampak.

“Saya melihat teman-teman garmen di DIY yang ekspor cukup lancar dan tidak ada masalah sejauh ini. Jadi pelan-pelan mereka meningkatkan kapasitasnya lagi satu per satu, tetapi sudah banyak yang 100 persen” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI