Industri Kosmetik Halal Indonesia Semakin Digenjot

SURABAYA, KRJOGJA.com – Kosmetik halal kian diminati oleh pasar dunia. Pasar kosmetik halal global diproyeksi mencapai USD54 miliar atau sekitar Rp783 triliun hingga 2022 dan mencapai USD90 miliar atau Rp1.305 triliun (kurs Rp 14.500).

Kosmetik halal Indonesia pun diharapkan bisa meningkat dan mengambil peluang tersebut. Saat ini baru satu produk kosmetik halal Indonesia yang menembus pasar global yakni Wardah Kosmetik.

Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar menyatakan, Wardah merupakan produk kosmetik Indonesia yang pertama kali bersertifikasi halal dengan 22,000 toko di Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh.

"Halal kosmetik Indonesia yang pertama kali adalah Wardah Kosmetik sejak 1995. Diharapkan bukan hanya Wardah saja, tapi seluruh produk kosmetik Indonesia bisa menembus pasar kosmetik halal global," ujar Amalia dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/12/2018).

Dia menjelaskan, tingginya permintaan kosmetik halal di global didorong peminatnya yang tak hanya umat muslim, namun juga dari non-muslim. "Jadi sertfiikasi halal dapat membangun kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk tersebut," imbuhnya.

Saat ini di pasar global, kosmetik halal Indonesia memang masih rendah, tak masuk dalam daftar peringkat 10 negara sebagai pemasok terbesar dati kosmetik halal.

Berdasarkan data Global Islamic Economy 2018/2019, Indonesia kalah dengan 10 negara penyedia kosmetik halal yakni Uni Emirat Arab diperingkat pertama, lalu Malaysia di urutan kedua, bahkan Singapura yang ada diurutan ketiga. (*)

BERITA REKOMENDASI