INFA Komitmen Tingkatkan Layanan Angkutan Penyeberangan

JAKARTA.KRJOGJA.com–Indonesian National Ferryowners Association (INFA) berkomitmen untuk mendukung pelayanan angkutan penyeberangan yang prima. Layanan prima perlu diterapkan, seiring dengan segera diberlakukannya tarif baru angkutan penyeberangan.

"Pemerintah segera menerapkan tarif baru angkutan penyeberangan, yang tentunya akan dibarengi dengan penerapan standsr pelayanan minimal yang lebih ketat. Kami berkomitmen untuk mendukungnya," kata Ketua Umum Eddy Oetomo, di sela-sela Munas ke-3 INFA, Kamis (05/12/2019).

Munas INFA Ke-3 ini diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta, yang dibuka oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi. Banyak isu angkutan penyeberangan yang dibahas dalam kesempatan Munas INFA ini, antara lain Implementasi Pelayanan Minimal Angkutan Penyeberangan Lintas Antar Propinsi, Perkembangan Operasionalisasi Sistem Manifest pada Angkutan Penyeberangan dan Pengoperasian Ship Traffic Control (STC) pada Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni.

Eddy mengatakan, kenaikan tarif penyeberangan akan menjadi darah segar bagi industri penyeberangan. Apalagi saat ini trip operasional di Merak – Bakauheni misalnya sudah berkurang dari 18 hari menjadi 12 hari. "Okupansi masing-masing trip juga terus turun karena jumlah kapal yang terus bertambah," ujarnya.

Dirjen Perbubungan Darat Kemenhub saat membuka Munas INFA mengatakan, tarif baru angkutan penyeberangan lintas antar propinsi akan ditetapkan dalam minggu ini. Hal ini akan menjadi darah segar bagi industri kapal penyeberangan yang kian terjepit dengan tingginya biaya produksi namun minim pendapatan.

Rencananya tarif baru akan ditandatangani pada 1 Desember 2019. Namun pada saat yang bersamaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi harus menghadiri Sidang IMO di London dan Budi Setiyadi harus ke Swiss.

"Jadi penetapannya mundur. Saat ini berkas sudah ada di Kantor Menko Kemaritiman tinggal menunggu disposisi. Mudah-mudahan segera ditandatangani,” jelas Budi Setiyadi.

Munas INFA diadakan setiap dua tahun sekali, dalam rangka pembentukan pengurus DPP dan DPC INFA untuk periode 2020 -2022. Asosiasi INFA didirikan pada tahun 2015, dengan anggot owner kapal ferry dari 7 perusahaan (termasuk PT. ASDP Indonesia Ferry). Jumlah kapal yang tergabung dalam Asosiasi INFA ada 74 kapal Ferry (belum termasuk kapal milik PT. ASDP Indonesia Ferry yang berjumlah 155 kapal Ferry). (Imd)

BERITA REKOMENDASI