Ini Dia, 25 Bidang Usaha yang Bisa Dikuasai Asing 100%

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah mengeluarkan revisi kebijakan Daftar Negatif Investasi (DNI) bersamaan dengan dikeluarkannya Paket Kebijakan Ekonomi XVI. Dengan adanya kebijakan ini, maka peluang Penanaman Modal Asing (PMA) untuk berinvestasi di Indonesia akan semakin luas di beberapa bidang.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tidak semua bidang usaha yang dibolehkan asing untuk berinvestasi 100%. Ada sekitar 25 bidang usaha yang boleh dimiliki asing 100%.

25 bidang tersebut nantinya akan terbagi kedalam beberapa bidang usaha. Beberapa bidang usaha yang diperbolehkan dimiliki asing 100% meliputi pariwisata, perhubungan, komunikasi dan informatika, ketenagakerjaan, ESDM dan kesehatan

Menurut Darmin, alasan mengapa asing bisa memiliki 25 bidang usaha ini adalah agar bidang usaha tersebut bisa banyak diminati oleh investor. 25 sektor ini sebenarnya sudah dibuka untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) mulai dari 40%, 60% hingga 97% sehingga dengan aturan ini asing bisa sampai 100%.

"Sektor 18 bidang dan 7 dari ESDM (17 ditambah 8 bidang usaha jadi 25 bidang usaha)," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (19/11/2018).

 Baca Juga: Revisi Daftar Negatif Investasi Tak Akan 'Ganggu' Pelaku UMKM

Berikut 25 bidang yang dikeluarkan dari DNI atau dengan kata lain asing boleh memiliki hingga 100% sahamnya :

Sektor Pariwisata

– Galeri Seni

– Galeri Pertunjukan Seni

Sektor Perhubungan

– Angkutan orang dengan moda darat tidak dalam trayek, angkutan pariwisata dan angkutan jurusan tertentu sektor Perhubungan

– Angkutan moda laut luar negeri untuk penumpang (tidak termasuk cabotage) sektor Perhubungan

Sektor Komunikasi dan Informatika

– Jasa sistem komunikasi data sektor Kominfo

– Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap sektor kominfo

– Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bergerak sektor Kominfo

– Penyelenggaraan jasa telekomunikasi layanan content sektor Kominfo

– Pusat layanan informasi atau call center dan jasa nilai tambah telepon lainnya sektor Kominfo

– Jasa akses internet

– Jasa internet telepon untuk kepentingan publik

– Jasa interkoneksi internet (NAP), jasa multimedia lainnya

Sektor Ketenagakerjaan

– Pelatihan kerja (memberi, memperoleh, meningkatkan, mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja antara lain meliputi bidang kejuruan teknik dan engineering, tata niaga, bahasa, pariwisata, manajemen, teknologi informasi, seni dan pertanian yang diarahkan untuk membekali angkatan kerja memasuki dunia kerja).

Sektor ESDM

– Jasa konstruksi migas

– Jasa survei panas bumi

– Jasa pemboran migas di laut

– Jasa pemboran panas bumi

– Jasa pengoperasian dan pemeliharaan panas bumi

– Pembangkit listrik >10 mw

– Pemeriksaan dan pengajuan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga listrik atau pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi/ekstra tinggi

Sektor Kesehatan

– Industri farmasi obat jadi

– Fasilitas pelayanan akupuntur

– Pelayanan pest control/fumigasi

Sektor Perdagangan

– Jasa Survey/Jejak Pendapat Masyarakat dan Penelitian Pasar

Sektor Kehutanan

– Pengusahaan Pariwisata Alam berupa Pengusahaan Sarana, Kegiatan dan Jasa Ekowisata di dalam kawasan Hutan. (*)

BERITA REKOMENDASI