Investasi 2,5 Juta Dollar, Mandaya Hospital Mulai Dibangun

JAKARTA, KRJOGJA.com – Seiring dengan berkembangnya populasi penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta,  membuat industri rumah sakit juga berkembang. Kegairahan industri rumah sakit, makin tampak dengan Mandaya Hospital Group membangun Royal Hospital Puri (MRHP) , Tangerang. 

Dr Benedictus R  Wijaya MBCHB (UK), Presiden Direktur Mandaya Hospital Group,  mengatakan Mandaya Hospital menginvestasikan sekitar Rp 1,1 triliun untuk membangun dan menyiapkan semua peralatan medis mutakhir untuk rumah sakit MRHP. 

"Selain rumah sakit ini Mandaya Hospital Group telah memiliki rumah sakit di Karawang bahkan telah memperoleh penghargaan sebagai rumah sakit dengan pelayaman trauma terbaik di Indonesia," kata Dr  Benedictus kepada wartawan pada acara ground breaking Mandala Royal Hospital di Metland,  Cyber Puri,  Tangerang, Sabtu (20/10/2018).

Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat melesatnya realisasi investasi industri rumah sakit. Pada tahun 2015 sebesar US$0,8 juta, kemudian menjadi US$0,2 juta pada 2016. Namun, per semester I/2017 angka investasi asing melonjak menjadi US$14,3 juta.

Diakuinya,   Mandaya Hospital Group merencanakan  akan membangun rumah sakit di beberapa kota besar di Indonesia dengan menggelontorkan dana investasi hingga 150 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,5 triliun. 

Sementara itu DR  Edhijanto W Taufik, CEO Selaras Holding Group,  langkah yang dilakukan Mandaya Hospital Grup berbeda dengan lainnya.  "Berbeda dengan kelompok usaha rumah sakit lain yang gencar  membangun fasilitas kesehatan dasar yang tersebar di seluruh kota Indonesia.  Selaras bersama Mandaya Medical justru membangun fasilitqs kesehatan level lanjutan khususnya penyakit degeneratif dan akibat  life style.  Untuk kelompok ini membutuhkan kualitas pelayanqn yang prima, " kata Edhijanto. 

Untuk itu,  tambahnya,  Mandaya Royal dilengkapi peralatan baru dan canggih,  mulai dari deteksi dini,  diagnosa maupun pengobatan penyakit jantung,  syaraf/bedah syaraf,  kanker,  PET Scan untuk kedokteran nuklie,  hybrid operating theatre,  Hingh Tsla MRI,  High Slice CT Scan, invetasi untuk peralatan itu mencapai Rp 250 miliar. 

Dengan kelengkapan peralatan tersebut,  menurut Dr Benedictus, masyarakat akan memperoleh  layananan lebih,  bukan cuma keselatan pasien atau secara klinis efektif menyembuhkan,  rapi lebih kepada pengalaman pasien. Negara seperti Amerika,  Singapura,  Thailand sudah memulainya. (sim) 

BERITA REKOMENDASI