Kebutuhan Pasar Melesat, Kualitas Susu Ditingkatkan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Konsumsi susu masyarakat Indonesia termasuk yang paling rendah di ASEAN, di sisi lain kebutuhan pasar meningkat dari tahun ke tahun. Namun ternyata, peningkatan permintaan akan susu ternyata tidak sejalan dengan suplai dari peternak lokal karena kuantitas dan kualitas yang belum memadai.

"Dengan pertumbuhan konsumsi susu sapi sebesar lima persen per tahun, produksi susu sapi lokal hanya meningkat sebanyak dua persen per tahun, Itupun dengan rentang kualitas yang beragam. Danone melalui Sarihusada telah melaksanakan program Peningkatan Mutu Susu selama dua puluh sembilan tahun dengan menggandeng praktisi dari Universitas Gadjah Mada dengan pola kemitraan," ungkap Sustainable Director Danone Indonesia  Karyanto Wibowo di sela diskusi bersama media dalam rangka hari Gizi 25 Januari mendatang. 

"Kami berupaya untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pendampingan kepada peternak lokal mitra Sarihusada yang ada di Jogjakarta dan Jawa Tengah di mana kami beroperasi," imbuh Karyanto Wibowo.

Menurut Karyanto sebagai perusahaan yang menyediakan nutrisi bagi ibu dan anak, Danone melalui PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam menyediakan asupan gizi yang optimal bagi ibu dan anak Indonesia. Hal ini dilakukan bukan hanya melalui penyediaan produk nutrisi berkualitas namun juga dengan melaksanakan berbagai program dukungan.

Salah satunya, kata Karyanto melalui program Peningkatan Mutu Susu yang telah dilaksanakan sejak 1991 yang bertujuan untuk mendorong peternak menghasilkan susu dengan kualitas yang lebih baik agar dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. "Melalui upaya ini diharapkan susu hasil peternak lokal yang berkualitas tinggi dapat diserap oleh industri susu secara nasional serta dapat berkontribusi pada pengembangan usaha lokal pengolahan makanan dan minuman berbasis susu”, tambah Karyanto Wibowo.

Head of Raw Material Ingredients C&P Danone Indonesia Agus Budiyanto meneragkan melalui program Peningkatan Mutu Susu, Danone mendorong peningkatan kualitas susu segar melalui tiga pendekatan yaitu dengan membantu penerapan good farming practices dan good manufacturing practices, meningkatkan pengetahuan peternak dan memberikan bantuan sarana, prasarana serta proyek percontohan. 

Menurut Agus program Peningkatan Mutu Susu berupaya mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh peternak lokal antara lain terbatasnya ketersediaan bibit sapi perah berkualitas, keterbatasan lahan untuk penanaman hijauan, rendahnya minat generasi muda menjadi peternak.  Masalah lain adalah terbatasnya pakan konsentrat yang berkualitas dengan harga terjangkau, kelangkaan sumber air hingga rendahnya pengetahuan peternak dalam menerapkan teknologi dalam memelihara sapi perah. Berbagai tantangan tersebut menghasilkan kualitas dan produktivitas susu yang tidak memadai. 

"Tantangan besar peternak adalah kualitas yang belum layak untuk diterima industri. Untuk itu,  salah satu keberhasilan program kami saat ini adalah melalui penerapan good farming practices dan good manufacturing practices di beberapa peternak binaan. Sebagai hasilnya mereka kini dapat memproduksi susu segar dengan kualitas yang jauh lebih baik yaitu dengan trend angka kuman terus menurun dimana dalam tujuh tahun terakhir berada di bawah 1 juta cfu/ml”, jelasya.

Dia menambahkan angka kuman (TVC) merupakan salah satu parameter penting dalam menilai suatu kualitas susu segar, karena ini akan berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Susu segar dengan angka kuman tinggi biasanya akan cenderung lebih mudah rusak/pecah sebelum diolah, yang akan mempengaruhi rasa produk yang dihasilkan.

Sigit Bintara, dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta menambahkan bahwa program kemitraan ini sangat membantu memberikan ruang bagi akademisi dan keilmuan untuk diterapkan secara tepat guna di lapangan. "Bersama Sarihusada kami turun dan berinteraksi dan memberdayakan langsung total 1.128 peternak lokal di daerah (Yogyakarta, Klaten, dan Boyolali), Selain itu kegiatan ini juga melibatkan empat koperasi dan satu Merapi Project, serta memelihara 1500 susu laktasi dan 3203 sapi perah.” (*)

BERITA REKOMENDASI