Kembangkan UKM Bertransformasi Digital, KADIN DIY Berkolaborasi Dengan BPSDMI Kemenperin RI

YOGYA, Jogjaaja.com – Dalam kunjungan kerja ke Yogyakarta jajaran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), mengadakan pertemuan informal bersama Pengurus KADIN DIY (Rabu, 30/03/22).

Pertemuan informal tersebut di Kafe Punokawan, Yogyakarta. Hadir beberapa pejabat di lingkungan BPSDMI Kemenperin RI, yaitu: (1) Ir. Arus  Gunawan (Kepala BPSDMI Kemenperin RI), (2) Drs. Mujiyono, MM (Tenaga Ahli Kemenperin RI), (3) Tirta Wisnu Permana, ST, MAB (Kepala Pusdiklat Industri Kemenperin RI), (4) Drs. Yedi Sabaryadi (Sekretaris BPSDMI Kemenperin RI), (5) Ir. Restu Yuni Widayati, MA (Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin RI), dan (6) Drs. Dadi Marhadi, MM (Kepala Pusbindiklat SDM Aparatur Kemenperin RI).

Dari Pengurus KADIN DIY hadir Robby Kusumaharta (Waketum Bidang Organisasi dan Keanggotaan), Tazbir Abdullah (Penasehat), Dian Ariani, Tim Apriyanto, dan pengurus lainnya. Di samping itu juga hadir akademisi dan perwakilan pengurus asosiasi pengusaha seperti ASMINDO, PHRI, API, ASEPHI, DEKRANASDA dan sebagainya.

Pertemuan informal diawali penyampaian hal terkait kerjasama KADIN DIY dengan Balai Diklat Industri Kemenperin RI.

“Kami telah menandatangani MOU dengan Balai Diklat Industri Kemenoerin RI pada pertenngahan Maret 2022”, jelas Robby Kusumaharta.

Selanjutnya MOU tersebut akan ditindaklanjuti dengan bentuk pelatihan peningkatan ketrampilan dan kualitas SDM bagi perusahaan atau industri yang tergabung dalam KADIN.
“Peningkatan kualitas SDM atau up-scaling human capital merupakan salah satu dari tiga program prioritas KADIN DIY’, tegas Robby.

Dua program prioritas lainnya adalah pengembangan kapasitas UMKM sebagai pilar ekonomi daerah, dan transformasi digital. Selanjutnya Robby menjelaskan bahwa industri di DIY membutuhkan percepatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk menjawab kebutuhan perkembangan dan kemajuan industri.

Sebagai contoh, dalam satu tahun Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di DIY membutuhkan lebih kurang 5.000 tenaga kerja terampil. Di samping itu, juga berkembang industri pariwisata dan dan industri digital kreatif. Menurut Robby, ada tiga industri prioritas di DIY yaitu industri fashion, industri pariwisata, dan industri meubel & Craft. “Saat ini sedang dikembangkan juga sebuah rencana pengembangan industri berbasis inovasi teknologi”, jelas Robby.

“Kemenperin RI menyambut kesiapan dan sinergi serta kolaborasi KADIN DIY dengan BPSDMI”, jelas Arus Gunawan (Kepala BPSDMI Kemenperin RI).

Menurut Arus, dengan sinergi dan kolaborasi diharapkan terjadi percepatan upaya peningkatan kualitas SDM di bidang industtri.

“Dari pertemuan informal ini diharapkan dapat direalisasikan percepatan dan penguatan upskilling human capital sebagai bagian dari pengembangan industri”, harap Y. Sri Susilo (Komtap Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY) dalam rilisnya kepada media. (*)

 

BERITA REKOMENDASI