Kementerian ESDM Terbitkan SNI Sektor Listrik

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pemberlakukan Wajib Standar Nasional Indonesia di bidang Ketenagalistrikan. Dengan aturan ini dapat meningkatkan keselamatan ketenagalistrikan dan menyederhanakan regulasi yang ada.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng mengatakan, aturan baru ini merupakan penataan dan penyederhanaan dari aturan sebelumnya yang menggabungkan semua produk Wajib SNI ketenagalistrikan.

"Peraturan ini juga mencabut semua Keputusan/Peraturan Menteri ESDM yang sebelumnya mengatur pemberlakuan SNI sebagai standar wajib," tuturnya, di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Rabu (24/1/2018). 

Menurut Andy, dasar penyusunan aturan sebagai upaya mendukung pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi XV dan melaksanakan instruksi Presiden untuk melakukan penyederhanaan peraturan/regulasi.

Dengan demikian, Kementerian ESDM telah mencabut dan menyederhanakan 10 Permen ESDM dan satu Keputusan Menteri ESDM menjadi satu Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Wajib SNI di Bidang Ketenagalistrikan.

Regulasi ini lebih sederhana dengan mencabut dan menggabungkan dan menyederhanakan beberapa Permen ESDM lama terkait standar wajib untuk luminer, pemutus sirkuit arus bolak-balik (MCB), sakelar, kipas angin, tusuk kontak dan kotak kontak, ballast elektronik, dan pemutus sirkuit arus sisa (RCCB).

“Permen baru ini lebih memperjelas pengklasifikasian produk peralatan tenaga listrik sehingga lebih mudah dalam pengawasan melalui penambahan kode Ex pada kode pengklasifikasian produk perdagangan atau Harmonized System (HS) peralatan tenaga listrik,” ungkap Andy.

Mantan Kepala BPH Migas ini melanjutkan, pemberlakuan wajib SNI di bidang ketenagalistrikan memenuhi aspek keselamatan ketenagalistrikan sesuai Pasal 44 Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. (*)

BERITA REKOMENDASI