Koperasi Dituntut Berkreasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Daya saing koperasi di DIY perlu ditingkatkan, terutama mendorong ke arah yang produktif atau sektor riil. Untuk itu, koperasi yang ada di DIY dituntut harus bisa berkreasi, berkolaborasi, beradaptasi dan mengubah mindset atau pola pikir para pengurus organisasinya atau sumber daya manusia (SDM)-nya.

“Sebenarnya daya saing koperasi kita di DIY sudah bagus hanya masih perlu ditingkatkan kreasinya. Di samping itu, koperasi DIY harus bisa berkolaborasi dengan sektor lainnya seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman maupun teknologi serta bisa mengubah pola pikir, itu kata kuncinya,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) DIY Srie Nurkyatswi.

Siwi menjelaskan, setidaknya masih ada 1.936 koperasi di DIY yang mayoritas masih banyak bergerak melayani simpan pinjam. Pihaknya akan mendorong koperasi ke sektor produktif tetapi bukan lantas meninggalkan layanan simpan pinjam.

Baca juga :

Malioboro Naik Kelas
Buruh DIY Bergerak, Tolak Omnibuslaw ‘Cilaka’
Bawa Pedang di Jalanan, Empat Pelajar Diamankan
Tersangka Susur Sungai Digundul Polisi, PGRI DIY Berharap Tidak Ada Bully Kepada Keluarga
Gunduli Tersangka Susur Sungai, Begini Jawaban Polda DIY

“Kami akan berusaha membantu meningkatkan kapasitas koperasi dan mendorong ke arah sektor rill. Bukan berarti meninggalkan koperasi simpan pinjam, tetapi dikembangkan agar bisa membesarkan para pengurus organisasi koperasi,” tandasnya.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) DIY Syahbenol Hasibuan atau yang akrab disapa Beni menambahkan, kondisi koperasi di DIY memang perlu perubahan mental dan sikap dari para pengelola koperasi mengikuti alur zaman yang sudah menggunakan teknologi digital di era industri 4.0 ini. Pengurus maupun anggota koperasi akan dibekali dengan pelatihan agar bisa mengikuti dan memanfaatkan perkembangan informasi maupun teknologi terkini bagi perkembangan koperasi baik di DIY maupun secara nasional jika tidak ingin tertinggal.

“Kami mendorong agar para pengelola koperasi yang memang mayoritas didominasi orangtua harus tetap bisa mengikuti perkembangan zaman. Mereka harus mengupayakan pengetahuan untuk memahami era revolusi industri 4.0 dengan digitalisasi baik di bidang pemasaran maupun manajemennya. Jika tidak, koperasi di DIY akan ketinggalan,” tandas Beni. (Ira)

BERITA TERKAIT