Kulit Andalan Ekspor Nonmigas RI

SLEMAN, KRJOGJA.com – Produk kulit merupakan ekspor unggulan nonmigas bagi Indonesia. Ada sekitar 30 perusahaan penyamak kulit di Indonesia yang bisa menyerap sekitar 6.000 orang tenaga kerja. Hal ini dikemukakan oleh Dirjen Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian Ir Muh Khayam saat membuka Musyawarah Nasional X Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) di Hotel Sahid Raya Babarsari Sleman, Sabtu (29/2).

”Kami terus berupaya meningkatkan industri penyamakan kulit dengan penyediaan bahan baku dan pelatihan bekerjasama dengan kementerian lain yang terkait,” kata Muh Khayam. Pihaknya juga berharap agar dalam Munas juga menyusun strategi baru dalam menghadapi perkembangan industri kulit. Pemerintah sudah melakukan kerja sama dengan berbagai negara yang hendaknya bisa dimanfaatkan para pelaku usaha penyamak kulit.

Dalam Munas tersebut Budi Purwoko kembali terpilih menjadi Ketua Umum DPP APKI secara aklamasi. Adapun kelengkapan personel DPP diserahkan kepada Ketua umum untuk memilihnya. Pada kesempatan itu, masing-masing DPD juga memilih pengurus harian, terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Ir Aris Riyanta MSi mewakili Gubernur DIY menyampaikan, industri kulit alas kaki dari Indonesia dan Vietnam lebih bagus dibanding produk Eropa. Untuk itu, APKI perlu mempunyai strategi agar bisa menjadi market leader.

Diharapkan pula semua anggota APKI agar bisa menjadi eksportir
aktif. Sedangkan Ketua Panitia Munas M Budi Prasetya dalam laporannya menyebutkan, peserta Munas dari semua utusan DPD se
Indonesia yang berjumlah 130 orang. Sedangkan Ketua Umum
terpilih Budi Purwoko mengajak seluruh anggota untuk bersatu sesuai dengan tema Munas ‘Mengokohkan Kebersamaan Mewujudkan Industri Kulit Nasional yang Tangguh’. (War)

BERITA REKOMENDASI