Laba Inti Adaro Melonjak 15 Persen

JAKARTA (KRjogja.com) – PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO)mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode enam bulan pertama tahun 2016 yang mencerminkan laba yang kokoh dan posisi keuangan yang solid.

EBITDA operasional, tidak termasuk komponen akuntasi non operasional, naik 4% menjadi AS$397 juta. Laba inti naik 15 persen menjadi USD170 juta karena kinerja bisnis inti yang baik. Sedangkan pendapatan usaha turun 16% menjadi AS$1.176 juta akibat penurunan harga jual rata-rata.

“Kami gembira dengan adanya peningkatan dalam dinamika pasar batubara termal akhir-akhir ini, yang ditopang oleh rasionalisasi suplai di negara-negara utama penghasil batubara serta permintaan yang berkelanjutan. Kami tetap meyakini bahwa penurunan pasar saat ini bersifat siklikal dan bahwa fundamental jangka panjang batubara tetap kokoh," kata  Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Gribaldy Thohir sebagaimana keterangan persnya, Selasa (30/08/2016).

Garibaldi menjelaskan  beban pokok pendapatan turun 21% menjadi USD873 juta yang didukung oleh langkah-langkah efisiensi dan produktivitas yang dilakukan Adaro. Likuiditas tetap terjaga dengan baik pada tingkat USD 893 juta, sehingga menyediakan ruang fleksibilitas dan menjadi penopang dalam kondisi bisnis yang fluktuatif.

"Posisi keuangan semakin membaik dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan terakhir sebesar 0,94x dan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0,20x. Kami juga merasa optimis terhadap prospek di Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya karena negara-negara ini akan terus bergantung pada batubara untuk menjadi bahan bakar yang memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat," ungkapnya. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI