Makanan dan Minuman Picu Inflasi Februari 0,28 Persen

JAKARTA, KRJOGJA.com – Laju inflasi pada Februari 2020 sebesar 0,28 persen. Dari 90 kota yang di data sekitar 73 kota mengalami inflasi dan 17 kota mengalami deflasi.

“Laju inflasi pada Februari 2020 sebesar 0,28 persen,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa, Yunita Rusanti Badan Pusat Statistik ( BPS) , di Jakarta , Senin (2/3).

Dikatakan, Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 1,21 persen dan terendah terjadi di Pare-pare sebesar 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dengan dan terendah terjadi di Padang Sidempuan sebesar 0,01 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,95 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen.

Sementara kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,37 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Adapun tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2020 sebesar 0,66 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2020 terhadap Februari 2019) sebesar 2,98 persen.

Sementara untuk komponen inflasi inti pada Februari 2020 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) 2020 sebesar 0,33 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2020 terhadap Februari 2019) sebesar 2,76 persen. ( Lmg)

BERITA TERKAIT