Mochammad Daffa Trinanda, Mahasiswa Semester Empat Pendiri ‘Djuragan Kamar’

Editor: Ivan Aditya

SEORANG mahasiswa di Yogya sukses membangun bisnis starup bidang properti. Walau kurang dari satu tahun berdiri, aplikasi asli karya anak bangsa ini tak kalah dengan layanan serupa besutan perusahaan-perusahaan asing. Melihat perkembangan dunia starup belakangan ini dan akan datang, bisnis yang dijalankan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini diramalkan bakal terus berkembang dan mampu merajai segmentasinya.

Aplikasi ini bernama Djuragan Kamar (Djurkam) yang dirintis Mochammad Daffa Trinanda. Djuragan Kamar merupakan aplikasi jasa manajemen hospitaly yang diperuntukkan bagi para pemilik bangunan, gedung, hotel hingga pengelola rumah kos.

Yang membedakan Djuragan Kamar dengan aplikasi pencarian kamar hotel yang telah ada sebelumnya yakni Djurkam selain menyediakan fitur serupa (pencarian kamar) juga memberikan layanan pengelolaan manajemen. Dengan demikian pengelola bangunan, gedung, hotel bahkan rumah kos tak perlu repot-repot soal manajemen karena itu semua akan diurus Djuragan Kamar.

“Djuragan Kamar akan memberikan layanan kepada masyarakat maupun pengelola hunian. Kepada masyarakat kami memberikan fitur pencarian kamar, kepada pengelola hunian kami memberikan layanan manajemen,” ungkap pemuda yang akrab disapa Daffa ditemui di kantor Djuragan Kamar kawasan Tambakboyo Condongcatur Depok Sleman.

Pria kelahiran Jakarta 6 Maret 2000 ini mengatakan ada dua produk yang ditawarkan Djuragan Kamar yakni Reguler, dimana Djurkam ‘diberikan’ kepada klien termasuk iklan, fitur aplikasi, berbagai program promo dan lainnya tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Kontrak produk Reguler ini ini selama enam bulan hingga pelaku usaha dapat benar-benar merasakan manfaatnya.

Produk kedua yakni Premium dimana Djuragan Kamar mengoperasikan seluruh pengelolan mulai dari sumber daya manusia (SDM), biaya operasional, perbaikan gedung hingga administrasi pendapatan maupun pengeluaran serta menginformasikan naik turunnya nilai investasi. Satu kelebihan Djuragan Kamar, yakni semua itu dilakukan secara transparan dan bahkan pengelola dapat mengakses serta memantau langsung perkembangan usahanya tersebut setiap saat.

“Jadi bagi pengelola tidak usah khawatir karena kami melakukan semua itu secara transparan. Selain itu Djuragan Kamar berisi personel-personel yang unggul dalam bidangnya masing-masing sehingga apa yang diinginkan klien dapat tercapai,” jelas Daffa yang kini tengah menempuh semester empat perkuliahan tersebut.

Anak ketiga dari tiga bersaudara ini mengatakan, ide membuat Djuragan Kamar dimulai pada awal 2019 silam. Daffa yang memang dibesarkan di keluarga menggeluti bidang properti terpikirkan untuk melakukan suatu gebrakan baru dalam dunia bisnis khususnya starup.

Terlebih lagi sebagai mahasiswa semester dua saat itu yang menimba ilmu di bidang ekonomi dan bisnis, idealisme Daffa untuk merintis usaha sangat besar. Ia seolah ingin membuktikan jika sebagai anak muda ia mampu mengubah paradigma masyarakat tentang pandangan negatif terhadap ‘Generasi Z’.

“Generasi di usia saya selama ini identik dengan hura-hura, kumpul-kumpul tidak jelas dan tak memiliki konsep hidup kedepan seperti apa. Dengan itu justru tantang muncul, saya harus bisa mengubah itu semua dan bahkan membawa teman-teman yang lain untuk bangkit serta memanfaatkan masa muda kita dengan hal positif serta produktif,” ujarnya.

Untuk mewujudkan kerajaan bisnis starup yang diimpikannya, Daffa mengajak teman-teman yang memiliki keahlian bidang IT untuk memprogram aplikasi Djuragan Kamar. Tak ketinggalan rekannnya yang piawai dalam manajemen maupun ekonomi digandengnya pula untuk membawahi bidang pengelolaan dalam konsep yang diusung Djuragan Kamar.

Kurang lebih tiga bulan melakukan riset dan persiapan matang akhirnya Djuragan Kamar resmi diluncurkan pada Juli 2019 silam. Ruang kecil di sebuah bangunan kawasan Tambakboyo dijadikan kantor hingga sekarang untuk mengendalikan operasional Djuragan Kamar.

Nama Djuragan Kamar sendiri dipilih karena Djurkam ingin menjadi ‘juragan’ (tuan) bagi bisnis kamar di dunia starup. Kata Djuragan yang diambil dari bahasa Jawa seolah ingin menunjukan jika Djuragan Kamar lahir dan besar di Yogya serta siap besar untuk skala nasional maupun internasional.

Merintis bisnis dari nol, jatuh bangun dalam usaha juga harus dirasakan Daffa. Mulai dari turun langsung mencari klien hingga bongkar pasang fitur demi kenyamanan pengoperasian menjadi dinamika yang harus dijalani Daffa pada awal bisnisnya.

“Bagi saya permasalahan orang lain itu adalah tantangan. Orang ingin apa dan permasalahan apa yang mereka temui, itulah saatnya kita harus mengambil peran untuk dapat menyelesaikannya persoalan tersebut,” kata pemuda yang giat berolahraga dan gym ini.

Daffa yakin hadirnya Djuragan Kamar nantinya akan mendorong lahirnya aplikasi-aplikasi serupa. Namun ia tak khawatir lantaran bagi Daffa tak ada istilah pesaing atau keompetitor, karena justru dari merekalah dirinya belajar untuk lebih menyempurnakan dan membesarkan Djuragan Kamar.

Kurang dari setahun Djuragan Kamar telah mampu menjaring ratusan kamar serta puluhan hotel maupun hunian yang digarapnya. Daffa berharap kehadiran Djuragan Kamar dapat diterima publik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat ditengah zaman yang serba maju ini. (*)

BERITA REKOMENDASI