OJK Ingatkan Masyarakat Hati-Hati Investasi Bodong

SLEMAN (KRjogja.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mengingatkan masyarakat agar tak sembarang mengiyakan apabila menerima telpon dari pihak yang mengaku lembaga keuangan. Pasalnya, jawaban "iya" yang diberikan di telpon bisa dianggap persetujuan bagi lembaga tersebut mengikutikan anda dalam program yang ditawarkan.

Kepala Perwakilan OJK DIY, Fauzi Nugroho kepada wartawan Sabtu (24/9/2016) mengatakan masyarakat harus mulai melek terhadap literasi keuangan yang saat ini caranya jauh berubah mengikuti perkembangan dunia digital. Fauzi mengingatkan agar masyarakat semakin cermat apabila memberikan jawaban bahkan data yang sifatnya pribadi melalui telpon.

"Kita jangan mudah percaya, jangan mau diinterogasi oleh penelpon yang mengatasnamakan lembaga keuangan atau perbankan, kita yang harus menginterogasi yakinkan betul dia benar dari lembaga tersebut. Kalau kita tidak ingin ikut program, lekas katakan tidak dan tutup telpon," terangnya.

Ketentuan menawarkan produk melalui telpon atau yang disebut telemarketing yang kerap dikaitkan dengan pemaksaan mengikuti program literasi keuangan menurut Fauzi juga telah diatur dalam peraturan yang ada di OJK. "Jika kita terkesan dipaksa atau seolah diminta mengiyakan dan akhirnya rekening kita dipotong dan tanpa persetujuan kita, maka laporkan pada kami buat kronologisnya dan bisa diusut," lanjutnya.

Di sisi lain, OJK juga terus meminta masyarakat untuk tak mudah tergiur investasi yang menawarkan sesuatu hal yang tidak wajar. OJK DIY sendiri kini tengah menginisiasi Satgas Waspada Investasi yang beranggotakan 12 instansi terkait seperti kepolisian dan kejaksaan.

"Dalam waktu dekat di DIY akan kita sahkan, SKnya sudah turun dari Gubernur DIY. Kami tidak ingin semakin banyak masyarakat yang menjadi korban, harapan kami semakin banyak yang melek literasi keuangan," pungkasnya. (Fxh)

OJK

BERITA REKOMENDASI