Orderan Justru Meningkat Setelah ‘Kaloka Pottery’ Tutup ‘Offline Store’

YOGYA, KRJOGJA.com – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk yang paling terdampak dengan pandemi Covid-19. Namun, kondisi seperti ini juga membuat pelaku usaha untuk berpikir kreatif agar usahanya bisa terus berlanjut.

Salah satu yang menghadapi situasi sulit adalah Fransisca Puspitasari (44), owner produk keramik ‘Kaloka Pottery’ yang terpaksa menutup toko fisiknya sejak awal Maret. Padahal, sebelumnya toko offlinenya itu biasa didatangi ratusan orang untuk melihat proses produksi.

“Alasanya demi kebaikan bersama.Semenjak ada Covid-19 online semua. Wes saya tutup offline store ,” kata perempuan yang akrab di panggil Kika.

Dari pengalaman itu, ibu dari Cinde Gaharu dan Soca Ling Respati itu harus belajar menerapkan real online untuk bangkit dan mempertahankan bisnis yang dirintisnya sejak 2016 itu. “Ya diakui awal-awal rasanya syok, panik, gagap harus apa. Biasanya ketemu dengan orang terus ndak pernah sama sekali,” ujarnya.

Dengan ketekunanya, usahanya mulai stabil. Bahkan pada masa pandemi ini Kaloka Pottery tidak merumahkan satu orang karyawan pun, malah menambah. Order juga bertambah seiring pesanan via medsos.

“Ada hikmah dari keadaan ini, saya merasakan pasar baru, dari yang tadinya hanya mengandalkan hotel, resto maupun coffeshop saja,” jelasnya.

Di sisi lain dia juga harus jeli dan tidak sembarangan memilih jasa pengiriman barang ke konsumen. Terlebih order sekarang kebanyakan via online dan harus dikirim secepatnya. Dia mempercayakan jasa pengiriman barang antardaerah menggunakan jasa JNE Express.

Setiap harinya, Kika mengirim setidaknya 50 paket yang harus dikirim ke beberapa daerah. Dia menilai JNE mudah, cepat, dan sangat komunikatif dalam segala hal. “Komunikatif artinya komunikasi kami ke agen transparan, kustomer juga bisa cek langsung barangnya ke JNE sampai mana. Biayanya pun murah. Selama ini Kika mengakui tidak ada kasus kiriman tertunda. Semuanya terkirim dengan baik sesuai alamat dan waktu yang ditentukan,” tuturnya.

Karena traffic pengiriman tinggi, di tengah pandemi ini risiko keramik yang pecah lebih besar. Untuk mengurangi goncangan, Kaloka Potteri menggunakan plastik bubble wrap untuk pengemasan keramik. Selain itu, sebagai user Kika merasa JNE memiliki track record yang jelas.

BERITA REKOMENDASI