OYO Optimalkan Potensi 225 Hotel Lokal di Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.com – Yogyakarta senantiasa menjadi salah satu kota tujuan destinasi wisata favorit di Pulau Jawa. Dari data statistik Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, data kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 4,1 juta pada 2018, meningkat 8% dibandingkan tahun 2017 yang mencatat sebanyak 3,8 juta.

Hal ini diikuti dengan tingginya tingkat hunian hotel-hotel di Yogyakarta, pada bulan Juni 2019 BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) tertinggi di Indonesia ada di Provinsi D.I Yogyakarta dengan angka sebesar 64,31%.

Data tersebut menandakan Yogyakarta masih memiliki potensi dan peluang besar dalam hal sektor perhotelan seiring banyaknya pelancong yang mengunjungi Kota Gudeg ini, terlebih dengan hadirnya internet yang semakin memudahkan para pelancong untuk mengakses informasi liburan serta
meningkatnya tren online travel.

Melalui kemudahan akses informasi tersebut, bahkan kini pelancong menjadi lebih selektif dalam mencari informasi liburan, terutama jika berbicara mengenai harga karena memungkinkan mereka dengan mudahnya membandingkan akomodasi dari berbagai OTA (Online Travel
Agency) dan situs lainnya. Laporan Google Year in Search Indonesia 2019 juga menyebutkan bahwa pencarian dengan kata kunci “hotel budget” meningkat 1,6 kali lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Guna memaksimalkan potensi hotel budget di Yogyakarta dan mampu bersaing dengan hotel berskala besar, OYO Hotels & Homes (“OYO”) melihat pentingnya untuk dapat menghadirkan layanan dan fasilitas berkualitas dengan harga terjangkau. Karena itu, sebagai jaringan hotel terbesar di Indonesia (berdasarkan jumlah kamar), OYO terus fokus untuk memastikan pengalaman menginap berkualitas bagi para tamu dengan melakukan transformasi properti berbasis teknologi.

Region Head Java OYO Hotels and Homes Indonesia Bayu Seto mengatakan fenomena hotel budget telah menjadi tren bagi para wisatawan. Mereka akan sangat mempertimbangkan sisi harga dan cenderung lebih mementingkan unsur pengalaman, seperti aktivitas budaya, wisata kuliner, hingga pengalaman ketika menginap di tempat akomodasi destinasi pariwisata. Karena itu  sebagai pemain di sektor perhotelan di segmen hotel budget, OYO berkomitmen untuk memastikan pengalaman menginap berkualitas bagi para tamu melalui proses transformasi, baik dalam hal renovasi bangunan maupun interior, serta peningkatan standar pelayanan.

"OYO memiliki lebih dari 20 aplikasi yang diciptakan untuk mendukung bisnis perhotelan dari hulu ke hilir. Khusus untuk proses renovasi sebuah properti, kami memiliki aplikasi khusus yang disebut “OYO Optimus” – aplikasi mutakhir yang dapat menghitung perkiraan biaya, anggaran, selain mengatur penugasan dan memonitor semua proses transformasi secara digital. Pemilik properti juga dapat memonitor secara langsung (real time) proses renovasi melalui aplikasi ini.” lanjut Bayu.

Bayu menjelaskan Daerah Istimewa Yogyakarta juga terkenal sebagai destinasi wisata dengan unsur tradisi, budaya, serta kearifan lokal yang masih sangat kental melekat pada masyarakatnya. Sehingga, guna memberikan nilai tambah dan menarik minat para tamu, tim Transformasi OYO di Yogyakarta selalu berupaya untuk menghadirkan properti yang memiliki desain serta sentuhan kearifan budaya lokal. (*)

BERITA REKOMENDASI