Pekerja Rumahan Tuntut Kenaikan Upah, Ini Alasannya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pekerja rumah adalah profesi yang sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang karena hanya bekerja dirumah dan pendapatannya tidak seberapa. Ada berbagai macam produk yang dihasilkan oleh pekerja rumah seperti kipas lipat dan makanan.

Adalah Devi, perempuan berusia 49 tahun ini sudah menjadi pekerja rumah sejak lima tahun yang lalu. Dia bekerja di rumahnya sendiri beralamat di Gondolayu Lor Jt2 1058. Produk yang dihasilkan adalah makanan yang bernama Siomay Watsawi. Siomay Watsawi berbentuk seperti sosis yang dibungkus dengan kulit lumpia berwarna kuning. 

Siomay Watsawi terbuat dari tepung tapioka, tepung terigu, mie kering dan pewarna makanan. Dalam sehari Dia bekerja selama lima jam mulai Pukul 08.00 -13.00 WIB."Biasanya kalau sehari kerja mulai dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang, tapi kalau lagi banjir pesanan ya bisa seharian”, kata Devi kepada KRJogja.com, Rabu (19/09/2018). 

Pendapatan perhari Devi sekira Rp 30 ribu per 50 pack yang berarti satu pack Siomay Watsawi diberi harga 600 rupiah. Devi mengakui pendapatan perharinya tidak sesuai dengan tenaga dan keringat yang dikucurkan setiap harinya. "Harapan kami ya upah dinaikkan. Dulu sudah pernah minta kenaikan gaji tapi ditolak sama juragan saya. Padahal harga bahan – bahannya naik tapi upah saya juga tidak kunjung naik”, bebernya. (Rizky Aditya Taruna)

BERITA REKOMENDASI