Pemerintah Siap Remajakan Kebun Kelapa Sawit

JAKARTA, KRJOGJA.com Industri Kelapa sawit merupakan industri stategis nasional yang menjadi penopang devisa negara (sebesar 16,94 miliar dolar AS atau setara Rp 227 triliun.
Luas perkebunan kelapa sawit saat ini ada 11,91 juta hektar dengan produksi sebesar 33,22 juta ton. Sedangkan, luas perkebunan kelapa sawit rakyat ada 4,65 juta ha dengan produksi sebesar 10,86 juta ton.

"Industri Kelapa sawit merupakan industri stategis nasional yang menjadi penopang devisa negara (sebesar 16,94 miliar dolar AS atau setara Rp 227 triliun." kata Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Menurut Darmin meski penopang devisa negara, namun  produktivitas kelapa sawit Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi. Saat ini produktivitas kelapa sawit indonesia hanya 3,7 ton/ha/tahun dimana potensi dapat mencapai 8 ton/ha/tahun.  

"Faktor utama rendahnya produktivitas kelapa sawit indonesia adalah kondisi pertanaman kelapa sawit khususnya rakyat yang sudah tua dan rusak serta penggunaan benih yang sebagian petani belum menggunakan benih unggul bersertifikat. Oleh karena itu perlu dilakukan peremajaan tanaman kelapa sawit seluas kurang lebih 2,4 juta ha."

Darmin menjelaskan guna mendukung pelaksanaan peremajaan kebun kelapa sawit pekebun, pemerintah telah menghimpun dana pungutan ekspor CPO yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) serta didukung oleh kredit dari perbankan.

Peremajaan kebun kelapa sawit pekebun akan dilaksanakan di seluruh provinsi penghasil kelapa sawit yang akan dilaksanakan secara bertahap.  Padahal, sektor kelapa sawit saat ini menyerap lebih dari 8,2 juta orang yang terdiri dari (tenaga kerja sawit rakyat, karyawan perusahaan perkebunan, tenaga kerja supplier), penyedia bahan pangan, penyedia bahan baku energi nabati dan pendorong pengembangan wilayah. (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI