Penggunaan Transaksi Non Tunai Di Tol Masih 25 Persen

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Bank Indonesia (BI) melakukan Kerja Sama dan Koordinasi Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Bank Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia untuk penggunaan transaksi nontunai dengan aman, efisien, dan transparan untuk meningkatkan akses layanan keuangan.  

Kerja sama tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kerjasama oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Bl Agus Martowardo. Salah satu ruang lingkup kerja sama ini adalah mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dalam pembayaran jalan tol untuk mewujudkan less cash society.

Menurut Agus, kerjasama ini nantinya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah dengan berkurangnya antrean di gerbang tol. "Kalau masyarakat banyak antre kalau mau masuk pintu tol, banyak sekali waktu terbuang. Jadi dengan ini bisa berkurang kenyamanan pengguna dan buat inefisiensi BBM," kata Agus di Kantor Pusat BI, Rabu (30/5/2017). 

Menurut Agus, hingga saat ini hanya 25% tingkat penggunaan uang elektronik pada 35 ruas jalan tol di Indonesia. Untuk itu, pada Oktober 2017 semua ruas tol nantinya akan menggunakan akses nontunai. "Ada 4 risiko yang bisa dikurangi seperti fraud, kesalahan penerimaan pengembalian, uang jatuh, kurangi biaya operasional. Kita tidak bisa bayangkan banyak cash handling kita kalau libur 9 hari lebaran," jelasnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI