Perang Dagang AS dan Tiongkok ‘Hampir’ Terjadi

JAKARTA (KRjogja.com) – Kebijakan proteksionis Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat (AS) diprediksi mengubah lanskap perdagangan dunia. Hal ini akan berdampak buruk bagi negara-negara yang mengandalkan ekspor ke Negeri Paman Sam, terutama Tiongkok sebagai eksportir terbesar.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Tjahja Widayanti dalam keterangnnya mengungkapkan, Donald Trump memiliki perbedaan visi dan misi dengan Presiden AS sebelumnya Barrack Obama. Dalam kampanyenya, Donald Trump membawa tiga isu penting kebijakan perdagangan.

Isu pertama, melakukan tindakan keras dan tegas ke Tiongkok yang dianggap telah memanipulasi mata uang untuk meningkatkan ekspor. Kedua, negosiasi ulang perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA), dan ketiga, menolak Trans Pacifik Partnership (TPP) yang akan menghancurkan industri manufaktur AS‎.

"Kebijakan yang bersifat proteksionis Donald Trump akan mengubah lanskap perdagangan global," ujar Tjahja, Rabu (16/11/2016).

Dia menuturkan, apabila kebijakan perdagangan di kampanye konsisten diterapkan, maka akan memicu perang dagang antara AS dan Tiongkok. ‎"Terjadi perang dagang AS dan Tiongkok kalau kebijakan dagang ini konsisten diterapkan. Kemudian Tiongkok akan membalasnya," Tjahja menerangkan. (*)

BERITA REKOMENDASI