Pertahankan Kinerja Positif, Dirut BRI Terpilih Sebagai Best CEO dan BRI Raih 3 Penghargaan Infobank Awarding 2021  

Editor: Ary B Prass

Namun, saat krisis ekonomi akibat pandemi malah sebaliknya. Ketika aktivitas ekonomi secara langsung terbatasi, permintaan kredit pun menurun “Jadi sebenarnya ini mencerminkan bahwa likuiditas masih cukup melimpah untuk mendorong pertumbuhan kredit,” kata Sunarso.

Sunarso menjabarkan, pertumbuhan kredit di masa pandemi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Saat ini secara nasional pertumbuhan kredit industri perbankan hanya sekitar 0,6%. Kendati demikian, Sunarso menyebut, bahwa BRI masih mampu menumbuhkan kreditnya diatas pertumbuhan industry, sekitar 5% secara y-o-y.

Sebelumnya, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 6%-7% pada tahun ini. Adapun secara konsolidasian sampai dengan Juni 2021 kinerja penyaluran kredit BRI mencapai Rp929,40 triliun. Capaian itu tumbuh dari pada kuartal II 2020 yang sebesar Rp922,97 triliun.  Penopang utama pertumbuhan kredit BRI hingga semester pertama 2021 berakhir adalah kredit mikro. Yaitu tercatat Rp366,56 triliun tumbuh 17% secara year on year (y-o-y). Untuk kredit mikro BRI saat ini porsinya mencapai 39,44% dari total portofolio. Targetnya, porsi kredit mikro perseroan ditargetkan naik menjadi 45% dari total portofolio kredit pada 2025. (*)

 

BERITA REKOMENDASI