PLN Siap Topang Kebutuhan Industri

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kestabilan pasokan listrik merupakan kunci pertumbuhan industri modern yang akan memacu peningkatan perekonomian nasional. Pasalnya, listrik merupakan infrastruktur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, dan pemerataan industri, yang berdampak lanjutan bagi penciptaan lapangan kerja dan ekonomi daerah. 

“Saya melihat PLN lebih dari siap dalam upaya memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan dunia industri. Ini prestasi PLN, dan pemerintah seyogyanya mensinkronkan antara rencana industrial dengan kapasitas pasokan (listrik)  yang sudah disiapkan PLN,” kata Prof. Iwa Garniwa Mulyana, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) dalam penyataannya di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Ia  yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua STT-PLN periode 2019 – 2023 menjelaskan, kesiapan PLN dalam menjaga kelangsungan industri, bisa disaksikan melalui upaya PLN dalam memastikan pasokan listrik yang andal bagi Kawasan-kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI) dan pelanggan-pelanggan besar lainnya.

Secara umum, Iwa menilai kesiapan infrastuktur PLN juga sudah lebih dari cukup dalam upaya memenuhi pasokan listrik yang dibutuhkan industri modern. Namun, ada fakta bahwa pertumbuhan dunia industri ternyata tidak sesuai harapan, hal itu menurutnya bukan tanggungjawab PLN.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara/PT PLN (Persero) 2019-2028, yang dipaparkan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Januari lalu, penambahan infrastruktur ketenagalistrikan yang direncanakan hingga 2028 terperinci sebagai: 1) pembangkit tenaga listrik 56.395 MW, 2) jaringan transmisi sepanjang 57.293 kilometer sirkit (kms), 3) gardu induk 124.341 MVA, 4) jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan 5) gardu distribusi 33.730 MVA. (Ful)

BERITA REKOMENDASI