Produksi Dipangkas, Harga Minyak Menguat

NEW YORK, KRJOGJA.com – Harga minyak dunia berakhir naik pada perdagangan waktu setempat. Hal tersebut karena produsen-produsen minyak utama menyatakan dukungan mereka untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik USD1,26 menjadi  USD53,90 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik USD1,14 menjadi ditutup pada USD60,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Arab Saudi dan Rusia sama-sama menyatakan dukungan mereka untuk memperpanjang kesepakatan global untuk mengurangi pasokan minyak selama sembilan bulan lagi, kata seorang pejabat OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak).

OPEC dan mitra non-OPEC telah berjanji untuk mengurangi produksi sekitar 1,8 juta barel per hari sampai akhir Maret 2018, untuk mengurangi kelebihan pasokan global. Mereka diperkirakan akan membahas perpanjangan kesepakatan tersebut dalam sebuah pertemuan di Wina pada 30 November.

Harga minyak juga mendapat dukungan, setelah Bank Dunia memproyeksikan harga-harga komoditas global akan terus meningkat pada 2018, mengingat permintaan terus bertambah dan pemotongan produksi yang disepakati di antara eksportir minyak.

Dalam laporan Prospek Pasar-pasar Komoditas (Commodity Markets Outlook), Bank Dunia memperkirakan harga minyak mentah akan naik menjadi USD56 per barel pada 2018, dari 53 dolar AS tahun ini. (*)

BERITA REKOMENDASI