Promosi Kendala Industri Jasa Boga

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kurangnya promosi menjadi salah satu kendala yang dihadapi  industri jasa boga.
Oleh karena itu Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI Expo ) mengadakan Catering & Wedding Industry, dan akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, demikian  Muslihaini, Ketua Pelaksana APJI Expo di Jakarta, Kamis (4/7).

Padahal kita tahu industri jada boga tersebut dewasa ini potensi ekonominya sangat besar. APJI Expo tahun ini diselenggarakan di Smesco Exhibitions Hall pada 13-14 Juli mendatang. Kegiatan ini akan menampilkan puluhan vendor katering dan industri wedding di tanah air.

“Usaha katering dan wedding yang ada selama ini kurang dikenal masyarakat. Karenanya, harus didorong agar menjadi salah satu penggerak ekonomi dan berkibar di tanah air,” ujarnya.

Dijelaskannya, hingga saat ini tercatat jumlah anggota APJI DKI Jakarta sekitar 700-an. Jumlah itu merupakan setengah dari total sekitar 1.500 katering yang ada.

Pemerintah DKI Jakarta juga turut memberikan dukungan atas kegiatan ini. Hal itu ditandai dengan masuknya APJI Expo masuk ke dalam salah satu kegiatan tahunan kalender Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta.

Disisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga membantu memperkenalkan agenda kegiatan APJI melalui penayangan informasi oleh Dinas Kominfo di videotron milik Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, terkait industri katering dan wedding, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga pernah menyampaikan pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) di Jakarta, Ahad (24/2), pelaku industri jasa boga sebagian besar adalah pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Menurutnya, jasa boga akan berkembang seiring pertumbuhan pariwisata. “Industri ini akan berkembang seiring pertumbuhan industri pariwisata. Lebih spesifik lagi adalah kuliner tradisional di mana para turis domestik dan mancanegara, dipastikan akan tertarik dengan kuliner tradisional,” katanya.

Puspayoga juga mendorong agar APJI meningkatkan daya saing kuliner di tanah air serta mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia, di dalam dan luar negeri. (Ati)
 

BERITA REKOMENDASI