RNI Gandeng Berdikari Kembangkan Peternakan Nasional

JAKARTA (KRjogja.com) –  Dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN di bidang industri peternakan yang terintegrasi, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) dan PT Berdikari (Persero) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang rencana kerjasama pengembangan peternakan, Kamis (16/01/2017) di Gedung RNI, Jakarta. 
Penandatanganan yang dilakukan oleh Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo dan Direktur Utama PT Berdikari Eko Taufik Wibowo ini bertujuan membantu mensukseskan program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan protein hewani nasional.

Didik mengatakan, sinergi ini berksud untuk memastikan bahwa BUMN benar-benar hadir dan berkontribusi bagi terwujudnya program-program pemerintah, salah satunya dalam bidang pangan, yaitu pemenuhan kecukupan konsumsi protein hewani nasional. 

Didik menambahkan, saat ini tingkat konsumsi protein hewani nasional masih berada di bawah standar kecukupan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, rata-rata konsumsi protein hewani penduduk Indonesia sebesar 53,91 gram per kapita per tahun, sementara standar kecukupan konsumsi protein berada di angka 57 gram.

“Misi besar kami, pengembangan usaha sekaligus memastikan ketersediaan sumber protein hewani yang mampu dijangkau masyarakat luas. Kami melihat potensi yang besar dalam sinergi ini. Berdikari telah ditunjuk Kementerian BUMN sebagai pelaksana tugas pengembangan industri peternakan, sementara RNI punya pengalaman di bidang peternakan serta memiliki lahan yang luas dan representatif untuk industri peternakan,” papar Didik.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari sinergi ini, PT RNI dan PT Berdikari telah menyiapkan skema pengembangan peternakan dari hulu hingga hilir. Dalam industri sapi misalnya, pengembangan diarahkan pada industri sapi terintegrasi melalui pelaksanaan impor sapi, pengelolaan penggemukan sapi dengan memanfaatkan kadang sapi milik PT RNI di Jatitujuh, Majalengka, serta komersialisasi hasil peternakan, hingga pengembangan indukan (breeding) di areal PT Berdikari, Di Sidrap, Sulawesi Selatan. (*)

BERITA REKOMENDASI