Sektor Properti Incar 30 Persen Dana Repatriasi Amnesti Pajak

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Real Estat Indonesia (REI) DIY menilai properti layak dijadikan sebagai salah satu sektor yang dijadikan instrumen penempatan investasi dana repatriasi amnesti pajak. Hal tersebut diasumsikan masih memberikan imbal  yang baik dan menjadi salah satu sektor yang disasar aliran dana repatriasi.

Ketua DPD REI DIY, Nur Andi Wijayanto menyampaikan sektor properti bisa diarahkan menjadi salah satu saluran aliran dana repatriasi amnesti pajak selain perbanakan dan pasar modal. Untuk potensinya bisa menangkap 30 persen dari dana repatriasi yang masuk dan diarahkan ke sektor properti.

"Dana repatriasi bisa diarahkan untuk propeti dengan berbagai macam produk turunannya. Hal ini tentunya akan memberikan dampak yang baik dalam mendukung pertumbuhan sektor properti baik di tingkat nasional maupun daerah 2016," ujar Andi kepada KRjogja.com, Senin (15/08/2016).

Andi mengatakan dana repatriasi yang ke sektor properti kemungkinan terbesarnya dapat diarahkan pada properti jual beli dengan segmentasi menengah ke bawah karena didorong oleh program sejuta rumah dari pemerintah. Sektor properti yang terkait dengan pariwisata karena didorong target pemerintah atas 20 juta wisatawan terutama via 10 cluster wisata di Indonesia mulai Toba, Joglosemar,  Bandung-Jabodetabek, Pulau Komodo sampai Raja Ampat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Arief Budi Santoso menyampaikan dalam waktu dekat ini rasanya belum, namun dalam jangka waktu tertentu baru mampu diarahkan pada investasi properti. Paling tidak tiga bulan ke depan dapat dilihat terlebih dahulu seberapa besar dana repatriasi yang masuk.

Arief menuturkan apabila properti menjadi saluran atau gateway dari dana repatriasi amnesti pajak memang dapat dimungkinkan, namun itu dampak ikutannya. Namun saat ini saluran utama yang dipakai masih melalui perbankan dan pasar modal. Nantinya investasi properti masuknya via perbankan dan BKPM. (R-4)

BERITA REKOMENDASI