Sepanjang 2019, RI Alami Inflasi 2,72 Persen

JAKARTA, KRJOGJA.com – Inflasi Indonesia selama tahun 2019 mencapai 2, 72 persen. Tingkat inflasi ini bila dibandingkan dengan tiga tahun belakangan ini paling rendah. Misalnya pada tahun 2016 inflasi mencapai 3,02 persen, 2017 sebesar 3,61 persen dan 2018 mencapai 3,13 persen.

Adapun komponen inti pada Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Desember) 2019 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2019 terhadap Desember 2018) masing-masing sebesar 3,02 persen. Rendahnya inflasi tahun 2019 ini dikarenakan terkendalinya harga harga komoditas, bahkan harga beras tidak muncul untuk mendongkrak inflasi padahal bobot beras cukup tinggi. 

Selain itu harga yang diatur pemerintah pada tahun 2018 seperti adanya kebaikan harga bahan bakat minyak dan kenaikan tarif angkutan udara, tidak terjadi pada tahun 2019. Namun untuk inflasi inti yang mencapai 3 02 persen, menjadi warning atau harus hati- hati supaya daya beki masyarakat tetap terjaga.

“Tingkat inflasi tahun kalender Januari-Desember)2019 dan tingkat inflasi tahun ke tahun Desember 2019 terhadap Desember 2018) masing-masing sebesar 2,72 persen,  ini memang paling rendah dalam kurun tiga tahun terakhir,” kata Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) Suhariyanto, di Jakarta, Senin (2/1).

Dikatakan, untuk inflasi pada Desember 2019 terjadi inflasi sebesar 0,34 persen. Dari 82 kota IHK, 72 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi.  Inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 1,28 persen dan terendah terjadi di Watampone sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,88 persen dan terendah terjadi di Bukittinggi dan Singkawang masing-masing sebesar 0,01 persen. 

Dikatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,78 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,05 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,58 persen. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI