TCF Dorong Budaya Inovasi di Yogya

JAKARTA (KRjogja.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin)/bersama European Union – Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF) mengadakan acara “Innovating Indonesia’s Cities”, di Jakarta. Kegiatan ini mempromosikan Program Percontohan Innovating Jogja, salah satu kegiatan yang bertujuan untuk mendorong terciptanya budaya inovasi serta memperkenalkan proses pengembangan ide-ide bisnis agar memiliki nilai ekonomi di Yogyakarta.

"Uni Eropa adalah salah satu pemimpin dalam pengembangan inovasi di dunia dan dengan bangga mendukung gerakan inovasi di Indonesia. Kali ini kami ingin menyoroti hasil Innovating Jogja, dan juga ragam usulan City Innovation Index dan Innovation Fund for Indonesia di masa depan," kata Head of Cooperation of the EU Delegation to Indonesia and Brunei Darussalam, Franck Viault.

Dalam acara tersebut, Satryo Soemantri Brodjonegoro, TCF Key Innovation Expert mempresentasikan kerangka kerja Innovation Fund (Dana Inovasi). "Siapa yang akan mengambil risiko dalam pengembangan inovasi? Tentu saja bukan bank atau lembaga keuangan lainnya. Untuk itu, kita membutuhkan Innovation Fund untuk mendukung pengembangan inovasi di Indonesia," tegas Satryo.

Tenaga ahli lainnya dari TCF, Indrawan Nugroho, mempresentasikan City Innovation Index yang dihasilkan dari sejumlah Focus Group Discussions (FGD) di Yogyakarta. FGD tersebut melibatkan kalangan akademisi, lembaga swasta, kalangan pelaku bisnis, dan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Indeks yang dihasilkan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sebagai alat ukur dan dasar analisis kesiapan pengembangan inovasi di sebuah wilayah perkotaan.

Salah satu kesimpulan utama dari FGD bahwa kebutuhan bisnis dan pengusaha pada saat ini masih bertumpu pada kemudahan dalam memulai dan mengembangkan usaha. Para peserta percaya pemerintah daerah harus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan tersebut sebelum inovasi bisnis dapat berkembang.

Pemerintah daerah saat ini dianggap memiliki cukup banyak inisiatif untuk mendorong dan membantu para pengusaha memulai dan mengembangkan bisnisnya. Namun, justru tantangan utamanya terletak pada pelaksanaan program yang selama ini belum baik. Program Percontohan Innovating Jogja yang diselenggarakan pada tahun 2016 sudah memilih tiga dari dua belas ide bisnis sebagai pemenang yang berhak memasuki tahap inkubasi setelah menyelesaikan program akselerasi bisnis. Mereka adalah Wastraloka (batik motif lukisan di kaleng makanan), Janedan (tas kulit anak-anak dibuat tanpa jahitan atau/dan lem) dan Tibra (perlengkapan pameran dan rak dengan sistem perakitan/pembongkaran cepat). (Imd)

BERITA REKOMENDASI