Teken 15 Kerjasama, Investasi Korsel di Indonesia Bertambah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia dan Korea Selatan menandatangani 15 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Seoul hari ini. Penandatanganan dilakukan oleh perusahaan dan institusi pemerintah kedua negara, meliputi kerja sama di bidang energi, otomotif, infrastruktur, mesin, teknologi serta kosmetik.

Adapun penandatangan MoU dilakukan dalam Forum Investasi dan Bisnis yang diselenggarakan oleh lima asosiasi bisnis Korea Selatan dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kerjasama industri antar kedua negara baru terjalin di sektor baja dan petrokimia melalui investasi Lotte Chemical Titan senilai USD3,5 miliar di Cilegon, Banten dalam bentuk pabrik naphta crackers dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun serta pembentukan anak usaha patungan PT Krakatau Steel Tbk dengan Pohang Iron Steel Company (Posco), yakni PT Krakatau Posco.

"Krakatau Posco akan bekerja sama dengan Nippon Steel untuk membangun pabrik penghasil cold rolling mill, karena end user-nya banyak dari Jepang seperti sektor automotif. Target tahun 2019 sudah dimulai," ujar kata Airlangga yang turut mendampingi Presiden Jokowi seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Dirinya menjelaskan, perusahaan ini pun tengah mempercepat pembangunan proyek cluster 10 juta ton baja di Cilegon yang diperkirakan tercapai pada tahun 2025.

Data Kemenperin menunjukkan nilai investasi Korsel terus meningkat sehingga menempati peringkat keempat terbesar di Indonesia saat ini. Hingga pertengahan tahun ini, nilainya telah mencapai USD1,15 miliar, sementara tahun lalu mencapai USD2,2 miliar.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia – Korsel sepanjang tahun lalu mengalami surplus sebesar USD78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai US$ 16 miliar. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI