Tembakau Impor Dikeluhkan Petani Temanggung

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Petani tembakau di desa Krajan, Kecamatan Temanggung merasa kecewa. Meskipun tahun ini kualitas tembakau lebih baik dari tahun sebelumnya, akan tetapi harga dipasaran tembakau kini terpantau turun. Pedagang tembakau kini mulai melirik tembakau import dari daerah lain, seperti Weleri, Garut dan Boyolali.
 
Samin (42) salah satu petani tembakau di Krajan, Kecamatan Temanggung, mengatakan bahwa sebenarnya para petani sudah cukup puas dengan kualitas tembakau karena tembakau di Krajan sudah memasuki grade E dari tahun sebelumnya hanya grade A sampai C. Namun karena cuaca yang kurang mendukung  seperti ketidaksediaan air yang cukup dan suhu yang tidak mampu diprediksi membuat kuantitas tembakau menurun. 
 
Petani, kata Samin belum merasakan kenaikan harga tembakau yang cukup signifikan. Harga tembakau dengan grade B sampai D masih di harga Rp50 ribu – Rp60 ribu perkilo. Untuk tembakau dengan grade E sampai dengan G dihargai mulai dari Rp120 ribu ke atas perkilo. Namun tembakau berkualitas grade E sampai G secara kuantitas kini masih jauh dari harapan para petani."Ketersediaan tembakau grade E sampai G yang tidak mampu memenuhi permintaan membuat para pedagang mulai mengambil tembakau dari lain daerah."
 
Menurut Samin Hal tersebut membuat para petani sedikit merugi. Pasalnya pencairan hasil tembakau yang di jual ke pedagang menjadi terhambat. Kurang lebih 2 minggu sampai 1 bulan para petani baru bisa merasakan hasil dari penjualan tembakau mereka.
 
"selagi masih menunggu modal kembali, sawah yang kosong kami tanami sayur terlebih dahulu, walaupun sudah hampir 4 tahun harga tembakau terpuruk namun petani di sini tidak beralih ke alternatif lain,” ujar Aziz (46) perajin tembakau di Krajan Kecamatan Temanggung (22/9/2018). (Dinda Meutia Anggraeni)
 
 
 
 
 
 
 

BERITA REKOMENDASI