Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Beroperasi

BANJARMASIN, KRJOGJA.com – Terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin resmi beroperasi, mulai Selasa (10/12/2019). PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola telah melakukan “operasi boyong” dengan memindahkan peralatan operasional yang ada di terminal lama ke terminal baru.

Operasi boyong dilakukan secara bertahap sejak Senin (09/12/2019) siang hingga Selasa (10/12/2019) dini hari. Pada saat bersamaan juga dilakukan pemeriksaan kondisi fasilitas di terminal baru oleh masing-masing unit yang bertanggung jawab terhadap fasilitas tersebut.

Pengoperasian perdana terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, ditandai dengan seremoni pengalungan bunga dan pemberian suvenir kepada penumpang pesawat yang berangkat dan mendarat pertama melalui terminal baru. 

Penerbangan pertama yang melalui terminal baru yaitu Lion Air JT311 tujuan Jakarta pukul 06.00 WITA. Sedangkan kedatangan perdana yang melalui terminal baru ini, yaitu Garuda Indonesia GA 530 dari Jakarta yang mendarat pukul 07.25 WITA.

"Selesainya operasi boyong ini menandakan kesiapan mulai beroperasi terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi.

Adapun peralatan yang dipindahkan mencakup peralatan screening check point (SCP) 2 dan fasilitas di ruang tunggu domestik dan internasional. Peralatan lain yang dipindahkan, yaitu trolley x-ray, komputer kios, walk through metal detector (WTMD) atau alat pendeteksi metal, meja pemeriksaan SCP, peralatan perkantoran, dan lainnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (07/12/2019) lalu telah dilakukan simulasi total pengoperasian terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Simulasi ini melibatkan ratusan karyawan yang berperan sebagai penumpang, petugas parkir, petugas aviation security, petugas customer service, petugas groundhandling, dan instansi terkait seperti bea cukai dan imigrasi.

Terminal baru berjuluk "Jewel of Borneo" ini dibangun dengan menggabungkan kearifan lokal dan modernitas. Keunikan pasar terapung Sungai Barito diangkat, dengan mengaplikasikan bentuk perahu jukung pada atap utama gedung terminal.

Garis tegas menyerupai intan permata tampil pada seluruh unsur bangunan, memberikan imaji kemewahan dan kekayaan bumi Kalimantan. Sisi modern hadir melalui peralatan mutakhir berstandar internasional di terminal baru seluas 77.562 meter persegi, yang mampu menampung 7 juta penumpang per tahun ini.

Lebih lanjut Faik mengungkapkan, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menjadi salah satu yang mendapat perhatian lebih sejak dirinya ditugaskan menjadi Dirut pada akhir tahun 2017. Bandara tersebut saat itu dinilai paling jelek dari seluruh Bandara yang dikelola Angkasa Pura I.

"Bandaranya tampak sudah tua, kecil, sangat memprihatinkan, kurang nyaman dan akhirnya menjadi prioritas untuk dikembangkan," ujar Faik.

Faik merasa bersyukur, pembangunan terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor dapat diselesaikan dalam waktu 17 bulan dengan anggaran senilai Rp 2,2 triliun. Diharapkan, dengan dimulainya pengoperasian terminal baru ini, dapat mendukung peningkatan perekonomian dan pariwisata Banjarmasin khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya. (Imd)

 

BERITA REKOMENDASI