Terpusat di Bali, Realisasi Investasi Pariwisata Tembus USD 433,5 Juta

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan para investor mancanegara dan dalam negeri tertarik untuk berinvestasi di sektor pariwisata di Indonesia. 
 
Hingga kuartal I tahun 2018 ini  nilai realisasi investasi pariwisata sudah mencapai 21,67 persen atau 433,5 juta dolar AS dari target tahun ini sebesar  2.000 juta dolar AS.
 
Menurut Arief umumnya investor dari Penanaman Modal Asing ( PMA) didominasi oleh Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan  sebagai Top 3  dengan jenis usaha di bidang hotel berbintang, akomodasi jangka pendek lainnya, serta restoran.  Sedangkan tempat investasi terkonsentrasi di destinasi Bali, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau. “Hal ini sesuai dengan peran ketiga destinasi ini sebagai pintu masuk utama wisman atau greater,” tegasnya. Sementara itu untuk PMDN lebih banyak berinvestasi pada usaha hotel bintang, taman rekreasi tematik, dan daya tarik wisata buatan/binaan manusia dengan sebaran tempat investasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur hal ini sesuai dengan sumber dan tujuan wisata bagi wisnus di tanah air.
 
Arief juga menambahkan, demam pariwisata sudah merasuk ke daerah di tingkat Pemprov, Pemkot, dan Pemkab. Hal ini terlihat dari  usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) pariwisata tahun 2019 dari daerah yang naik 100 kali lipat dibandingkan dengan usulan tahun lalu. Usulan daerah untuk DAK Pariwisata tahun 2019 sebanyak 487 Daerah ( 27 Provinsi/460 Kab/Kota) yang mengusulkan DAK Reguler dengan total nilai Rp 36,63 triliun dan 61 Daerah (9 Provinsi / 52 Kab/Kota) mengusulkan DAK Penugasan total Rp 827,61 miliar.  Namun, karena keterbatasan anggaran (APBN) pemerintah hanya mengalokasikan sebesar Rp 1,003 triliun terdiri atas; DAK Reguler sebesar Rp 700 juta dan DAK Penugasan Rp 303,44 miliar. Selain tingginya permintaan atau usulan DAK Pariwisata, daerah dalam memajukan sektor pariwisata mereka juga gencar meningkatkan kualitas Sumber Daya Pariwisata (SDM) dengan mensinergikan program daerah dengan pemerintah pusat (Kemenpar). 
 
“Kemenpar tahun ini melakukan tiga program strategis dalam meningkatkan kualitas SDM, masyarakat, dan industri pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya. 
 
Untuk meningkatkan SDM dilakukan sertifikasi profesi standar ASEAN (MRA TP) melalui Pelatihan Dasar SDM Pendidikan Pariwisata sebanyak 15.750 orang dan Sertifikasi Kompetensi sebanyak 66.705 orang. Sementara itu di tingkat masyarakat dilakukan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona berupa Pelatihan Dasar SDM Masyarakat Pariwisata sebanyak 25.490 orang dan Gerakan Sadar Wisata di destinasi wisata dan sekitarnya sebanyak  4.360 orang. 
 
Sementara itu di kalangan industri pariwisata dilakukan Sertifikasi Usaha Pariwisata Standar ISO, ASEAN, dan SNI dengan memberikan Pelatihan Dasar SDM Industri Pariwisata sebanyak 5.280 orang, Penyusunan Profil Industri Pariwisata  tahun ini sudah mencapai 30 persen Penyusunan Standar Usaha Pariwisata mencapai 50 persen, dan  Sosialisasi Standar dan Sertifikasi Usaha Pariwisata  mencapai 50 persen atau 3 dari 6 daerah dilakukan kegiatan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI