Tiga Alasan Pemda Harus Intervensi Selamatkan Petani Cabai di DIY

PEMERINTAH Daerah (PEMDA) DIY maupun Pemerintah Kabupate (Pemkab)/ Pemerintah Kota (Pemkot) diminta segera melakukan intervensi guna menjaga harga tidak turun terlalu dalam dan tidak merugikan petani cabai. Ada tiga alasan mengapa intervensi dilakukan, berikut penjelasan selengkapnya

Panen Raya Bersamaan

“Harga cabai di pasaran terus anjlok karena panen raya yang merata di berbagai sentra produksi cabai baik di dalam maupun luar DIY. Petani cabai bisa dikatakan rugi karena serapan pasar tidak optimal, salah satunya serapan dari hotel, restoran dan kafe di DIY yang masih stagnan dampak dari pandemi Covid-19.” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto kepada KR di Yogyakarta, Sabtu (6/6).

Panen raya yang terjadi menyebabkan harga cabai rawit turun 18,2 persen (mtm) ke rata-rata harga bulanan Rp 18.550/kg dan cabai merah turun 17,1 persen (mtm) ke rata-rata harga bulanan Rp 16.500/kg dari hasil Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) DIY. Sementara itu, dari hasil pantauan perkembangan harga di beberapa pasar tradisional di Kota Yogyakarta saat ini, harga cabai memang mengalami fluktuasi kecenderungan turun.

“Tekanan harga di alami cabai merah keriting dari Rp 12.300 menjadi Rp 14.300/kg dan cabai merah besar dari Rp 15.700 menjadi Rp 14.700. Sedangkan harga cabai rawit tetap bertahan yaitu cabai rawit hijau Rp 14.300/kg dan cabai rawit merah Rp 18.000/kg,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI