Tips Revolusi Berwirausaha dari Puspo Wardoyo, Berbisnis Mengikuti Syariah Islam

SOLO, KRJOGJA.com – Berdasarkan pengalamannya, Puspo Wardoyo
Owner Wong Solo grup dan Makanku mengatakan untuk berbisnis harus fokus dalam satu bidang. Sisi lain usaha bakal lebih langgeng bila dilakukan dengan cara syariah misalkan dengan mengamalkan sebagian keuntungan kepada kaum miskin atau pihak yang membutuhkan pertolongan.

Sebagai salah satu nara sumber dalam webinar “The Game Changer Entrepreneurship Revolusi Berwiraswasta Muslimpreneurship”, Puspo Wardoyo selaku  founder www.makanku.co.id menegaskan berkat fokus, gigih serta menganut jalan syariah, produk bisnis makanan siap saji, populer disebut MRE (Meal Ready to Eat) tidak hanya memasok pasar dalam negeri namun juga bisa menembus pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Qatar serta Arab Saudi. “Setelah gigih ber ekspansi setidaknya sudah berdiri 297 cabang atau outlet Wong Solo Group / Makanku di dalam dan luar negeri termasuk di Malaysia, Singapura, Qatar dan Jedah, Arab Saudi, ” papar pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo.

Selain Puspo Wardoyo dalam webinar juga tampil sebagai pembicara Muhammad Hasan Owner dan CEO Gaido Grup serta Erwansyah Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyad.

Menurut Puspo Wardoyo, kunci sukses usaha apapun hanya satu, fokus.
“Kalau mau berbisnis itu, carilah bakatmu yang terbaik. Terus harus fokus, jangan pindah-pindah. Bakat yang kamu senangi ya itu, harus sungguh-sungguh. Pasti akan sukses,” ujar Puspo Wardoyo founder www.makanku.co.id
Dalam hal bisnis kuliner menurut Puspo Wardoyo, pihaknya juga fokus menguasai pangsa pasar masakan serba ayam. ” Juga berkonsentrasi pada kuliner khas nusantara sehingga warga bangsa Indonesia kalau teringat varian kuliner seperti rendang daging, gudeg, ayam balado , ayam asam manis dan gulai ikan pasti ingat branding Makanku,” tuturnya.

Dipaparkan oleh Puspo Wardoyo, berkat kegigihan dan menemukan partner yang cocok pihaknya berhasil menembus pasar luar negeri. ” Namun sebelumnya di pasar dalam negeri pihaknya menempuh berbagai prosedur ketat seperti mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu Makanku juga telah tersertifikasi BPOM dan diolah berdasarkan standart internasional ISO 22000 : 2018 Food Safety Management yang menjamin kehigienisan serta aman dikonsumsi siapa saja. (Hwa)

 

BERITA REKOMENDASI