TPID Solo Harap Inflasi Tetap Terkendali

SOLO, KRJOGJA.com – Meski terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar menjelang Idul Fitri 1438 H, diharapkan tidak banyak mempengaruhi kenaikan tingkat inflasi di kota Solo. 

"Kalau pun ada kenaikan kami berhatap tidak seperti pada tahun lalu," jelas Bandoe Widianto, Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo usai melakukan pantauan harga di sejumlah pasar, Rabu (21/6).

Optimisme itu berdasar dari adanya kebersamaan dan kolaborasi dengan berbagai instansi dan kelompok masyarakat dalam melaksanakan program stabilisasi harga. Ada yang menggelar pasar murah atau membagi sembako kepada masyarakat. 'Kolaborasi dalam program stabilitas harga ini kami yakin bermanfaat dalam menekan inflasi."

Bandoe berharap masyarakat juga mau mencari barang-barang yang harganya lebih murah. Misalnya dalam membeli bawang putih dicari harga yang paling miring. Karenandi pasar banyak pilihan komoditas dengan harga yang bervareatif. "Jadi untuk memenuhi kebutuhan lebaran jangan beli barang yang mahal. Hal yang sama juga dilakukan para pengusaha katering."

Kepala Bank Indonesia Solo itu selanjutnya mengatakan sampai Rabu penukaran uang pecahan sudah mencapai Rp 3.7 trilyun atau 93 persen dari Rp 4 trilyun. Sementara masyarakat yang ingin menukarkan masih banyak. Ini terilhat di benteng Vastenberg. Dalam program penukaran bersama sejumlah bank ini antean lebih dari 1000 orang. (Qom)

BERITA REKOMENDASI