Turunkan Harga ke Rp8.100, Bulog Guyur 75.000 Ton Beras ke Pasar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah menggelar operasi pasar beras untuk Pasar Induk Beras Cipinan dalam rangka menutupi kelangkaan beras medium. Melalui cadangan beras milik negara di Perum Bulog disiapkan 75.000 ton untuk operasi pasar.

PT Foot Station Tjipinang Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan di wilayah DKI Jakarta akan menjual beras milik negara tersebut secara bertahap atau sesuai kebutuhan. Di mana untuk tahap awal beras medium dijual sebanyak 200 ton.

"Kita ajukan pertama 200 ton dulu. Terus ada pengajuan beberapa, maksimal 4.300 ton. Hari pertama ini," ujar Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo, di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Dia mengatakan, operasi pasar ini dilakukan sampai keadaan berangsur stabil. Jadi sebanyak 75.000 ton beras yang disipakan tidak perlu dihabiskan semuanya.

"Kalau harga sudah turun, sudah stabil sudah cukup. Harga stabil beras medium ada barangnya Rp8.100. Sekarang harga beras medium Rp9.025 per kg. Nah ini mau kita turunkan, dan ada operasi pasar harganya Rp8.100," ujarnya.

Menurut dia, operasi pasar ini tidak menggangu penjualan pedagan beras di Cipinang. Justru ketersedian stok yang disiapkan pemerintah membuat pedagang bisa kembali berjualan karena selama ini stok beras medium tidak ada.

"Jadi skemanya disiapkan 13 truk. Masuk pertama 200 ton dan akan ajukan 4.300 ton untuk minggu ini. Per minggu kita ajukan. Plafon yang diminta melalui Gubernur DKI kan 75.000 ton sampai Maret 2018. Tapi kalau panen bisa awal Januari atau Februari, ya sudah cukup," kata dia.

"Rp8.100 itu di tingkat konsumen. Jadi enggak mesti jual Rp8.100 juga, bisa Rp7.900 atau Rp8.000 silahkan. Ada profit yanf diberikan tapi wajar karena ada biaya angkut Rp40, distribusi Rp200-Rp300. Sudah dikalkulasi. Pemerintah kan beli Rp7.300 kemarin. Jd sebenernya okelah," tandasnya. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI