UCI : Pemerintah Diharapkan adakan Even Budaya Daerah

JAKARTA, KRJOGJA.com —Ketua International Commissaire (UCI) Jamaludin Mahmood mengatakan, membuat event yang besar dan berkualitas internasional di daerah jauh lebih cepat menarik jumlah wisatawan dibanding dengan menjual paket- paket wisata  ke daerah tersebut. 

Apalagi  event tersebut yang dikemas dengan bagus, dan di sebarkan melalui media sosial, atau lewat media baik itu TV, cetak maupun on line.

“Membuat event yang besar dan berkualitas internasional di daerah jauh lebih cepat menarik jumlah wisatawan dibanding dengan menjual paket- paket wisata  ke daerah tersebut,” kata Ketua International Commissaire (UCI) Jamaludin Mahmood, pada acara coaching clinic pariwisata, di Jakarta, Kamis (18/7).

Dicontohkan, event daerah yang berskala internasional tour the Singkarak,  dimana peserta dan pengunjungnya banyak dari luar negeri.
Event tersebut dipublikasi lewat TV, media cetak, online, media sosial sehingga  banyak wisatawan yang penasaran ingin tahu tentang event sport tourism tersebut.  

“ Berkat media sosial dan juga media yang menulis event tersebut,  sehingga wisman dan wisnus yang memang minat di sport tourims berusaha mencari cara untuk bisa menyaksikan event tersebut, “ tegasnya.

Jamaludin juga mengingatkan, di tempat event harus dibuat spot- spot yang bagus ubtuk tempat berswa foto.
“Bila peserta event dan pengunjung berfoto di tempat acara, tentu dia akan mengirim fotonya ke media sosialnya, dan mungkin temannya banyak, dan mereka tentu akan melihat gambarnya dan itu tentu salah satu cara promosi event yang dibuat,” tegasnya.

Sebelumnya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengingatkan para penyelenggara untuk membuat event sesuai pasar dan harus mengikuti petunjuk teknis dari kurator sehingga atraksi wisata yang digelar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
“Melalui coaching clinic ini, para penyelenggara event di daerah mampu menyelenggarakan event dengan kualitas dunia yang mampu menarik wisatawan asing dan domestik, tidak hanya show bagi penduduk lokal,” katanya.

Menpar juga menekankan bila Indonesia harus memiliki event dimana marketnya adalah para milenial. Sebab tidak bisa dipungkiri, jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia sebanyak 51 persennya adalah generasi milenial.
Dijelaskan, saat ini  ada atraksi wisata Indonesia dalam 100 Calender of Event (CoE) yang telah ditetapkan setiap tahunnya sudah memiliki kualitas terbaik untuk ditawarkan kepada wisatawan. Kualitas yang dimaksud meliputi koreografi, tata panggung, desain, hingga busana yang akan dipertunjukkan.

Selain itu harus memiliki nilai kreativitas (Creative Value), nilai komersil (Commercial Value), nilai komunikasi (Communication Value), serta didukung oleh komitmen/keseriusan kepala daerah (CEO Commitment) dalam mengembangkan pariwisata daerahnya.“Yang paling penting itu adalah komitmen dan keseriusan kepala daerah dalam suatu event. Sebab hipotesis saya, setiap daerah yang menyelenggarakan banyak event pendapatan perkapita daerah dan indeks kebahagiaan daerahnya akan tinggi. Seperti Banyuwangi pendapatan perkapitanya paling tinggi atau nomor dua di Jawa Timur,” katanya.( Lmg)
 

BERITA REKOMENDASI