Waralaba Indonesia Go Internasional

JAKARTA (KRjogja.com) – Para pelaku waralaba Indonesia diharapkan mampu mengembangkan bisnis mereka tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke mancanegara. Ini menjadi salah satu poin dari penyelenggaraan International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2016.

Waralaba Indonesia memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh lagi. Saat ini, waralaba masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman yang mencapai 60 persen dari seluruh waralaba yang ada. Di luar itu, masih banyak bidang lain yang bisa digarap oleh pelaku waralaba. Dari sekitar 700 warala yang ada di Indonesia, baru 55 waralaba yang merupakan merek lokal. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi para pelaku dan pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan waralaba lokal.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, berharap penyelenggaraan IFRA bisa memicu masyarakat untuk lebih berani menjadi pengusaha melalui sistem waralaba. Sektor waralaba memberikan kontribusi yang cukup besar bagi ekonomi Indonesia. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, mengatakan sampai Mei 2016 pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 4,9 persen.

"Dari angka tersebut, 4,4 persen disumbangkan oleh sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk waralaba, atau sekitar Rp303,4 triliun. Hal ini mencerminkan besarnya perputaran uang yang beredar di sektor waralaba," ujar Srie.

Namun Srie menyatakan pertumbuhan sektor waralaba di Indonesia belum seperti yang diharapkan.  Belum adanya aturan main yang jelas di sektor waralaba menjadi salah satu kendala yang membuat pertumbuhan waralaba di Indonesia terasa lambat.  Karena itu, pemerintah saat ini sedang menyusun peta jalan yang akan menjadi panduan bagi pengembangan bisnis waralaba di Indonesia. (Fon)

 

BERITA REKOMENDASI