Dawet Kemayu Jadi Peluang Bisnis Pandemi Covid-19

BERAWAL dari sekedar jajan dawet ireng, perempuan ini mencoba peruntungan di bisnis minuman tradisional hingga meraup keuntungan puluhan juta. Retno Intansari Rahmawati founder Dawet Kemayu kepada krjogja.com menceritakan awal mulanya tercetus ide untuk berjualan dawet ireng.

“awalnya ga sengaja , Saat itu aku diajakin temanku jajan dawet di suatu tempat, setelah mencicip ternyata kok enak ya, tekstur dawetnya kenyal mirip-mirip boba yang lagi nge trend saat ini, terus juga tidak “nyegrak” di tenggorokan,” terang perempuan yang kerap disapa Intan ini.

Karena terkesan dengan rasa dawet tersebut, akhirnya Intan mencoba menghubungi penjual dawet tersebut dan menggandeng untuk membuka bisnis minuman dawet. Bahkan Kerjasama tersebut masih berjalan hingga saat ini.

Kebetulan juga waktu itu bisnis ayam gepreknya sedang sepi karena trend sudah bergeser. Akhirnya Intan mencoba peruntungan dengan berjualan dawet. Perempuan 31 tahun ini, mulai mencoba mengenalkan dawet kepada masyarakat di Februari 2020, dan mencoba mengikuti beberapa food bazar dan ternyata animo masyarakat tinggi. Lalu Intan memberanikan diri membuka 10 outlet di Jogja yang rata2 berlokasi di pusat perbelanjaan seperti minimarket atau supermarket. tidak di sangka tepatnya 15 Maret 2021 saat Intan membuka 10 gerai pertamanya pemerintah menerapkan PSBB karena kondisi yang tidak aman.

BERITA REKOMENDASI