Gara-gara Mobil Tahu Bulat Lewat Terciptalah Game Terkenal Itu

ELDWIN dan sang adik, Jevfin, memikirkan bagaimana caranya mereka bisa membuat game baru yang benar-benar membuat modal mereka kembali. Mereka berdua melakukan penelitian pasar. 

“Karena kita memilih bahwa pasar selanjutnya adalah di Indonesia, kami mempelajari budaya di Indonesia. Bukan hanya kebiasaan orang-orangnya tapi juga teknologinya,” kata Eldwin. Eldwin melakukan pengamatan tentang gadget apa yang paling banyak digunakan oleh orang Indonesia, memory capacity pada gadget-gadget orang Indonesia, dan juga budaya orang Indonesia. 

“Hal itu kami lakukan agar produk kami efektif. Kami menyesuaikan dengan memory capacity yang kebanyakan orang-orang Indonesia miliki,” sambungnya. Akhirnya Eldwin dan Jevfin membuat game mulai dari Desember sampai Mei 2015. Pada bulan Mei 2015, mereka merasa sangat jenuh untuk membuat game dan kehabisan ide. 

“Di saat seperti itu, tiba-tiba lewatlah mobil Tahu Bulat yang terkenal itu, apalagi bunyinya khas, saat itu langsung kepikiran untuk bikin game Tahu Bulat,” ujar Eldwin sambil tersipu malu disambut tawa 200 peserta Ignition 2  Gerakan Nasional 1000 Startup.

Melalui Pameran Pasar Komik di Bandung pada 7-8 Mei 2015, Eldwin dan Jevfin membuat game Tahu Bulat di sebuah yang terpencil dan jarang dilewati oleh orang-orang yang berkunjung. Pada hari kedua pameran, tak disangka, pada saat game mereka dipamerkan, respon masyarakat cukup baik dan banyak yang menyukai game tersebut.

Dalam waktu seminggu, mereka langsung mengejar penyempurnaan Tahu Bulat agar game itu bisa cepat rilis. Setelah game Tahu Bulat dirilis, sampai saat ini, terdapat 500.000 orang yang bermain game ciptaan Own Games. “Sampai 14 Mei kemarin, total download game kami ada 5.800.000 kali dan 90% berasal dari orang yang download Tahu Bulat. Ya bisa dibilang Tahu Bulat penyelamat kami,” ujar Eldwin.

Di akhir sesinya menjadi pembicara, Eldwin berpesan pada 200 peserta Gerakan Nasional 1000 Startup untuk terus mempercayai produk mereka nanti. “Di saat-saat terpuruk itu saya bertanya ke diri saya sendiri apakah saya masih yakin dengan Own Games? Dan saya berusaha yakin. Intinya kita harus percaya pada produk kita sendiri, karena kalau kita gak percaya, siapa lagi yang mau percaya?” tutupnya. (Salsabila Annisa)
 

Sebelumnya :

DIBALIK SUKSESNYA GAME ‘TAHU BULAT’ (2)
Own Games Jatuh Saat Meraih Kesukesan

DIBALIK SUKSESNYA GAME ‘TAHU BULAT’ (1)
Eldwin Viriya, Game Pertama Seharga Segelas Kopi

 

 

 

BERITA REKOMENDASI